Dipolisikan, Armin: Iswan Tak Miliki Legal Standing!

BANGGAI RAYA- Dipolisikan oleh Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banggai, H Iswan Kurnia Hasan atas dugaan tindak pidana penghinaan melalui media sosial facebook, Armin pemilik akun Armin Putra Toili itu memberikan klarifikasi.

Menurut Armin, laporan yang dilakukan oleh Iswan Kurnia Hasan dan Yulius Tipa sama sekali tidak memiliki legal standing untuk melaporkannya. Alasannya karena Iswan dan juga Yulius Tipa melaporkan atas nama pengurus partai di tingkat Kabupaten Banggai, yakni sebagai Ketua DPC PKS Kabupaten Banggai dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai.

“Dan saya tidak ada masalah dengan mereka. Adapun postingan saya tentang Wagub DKI, itu terkait DKI Jakarta. Sehingga apabila ada partai yang keberatan dengan postingan saya, maka yang berhak adalah partai di tingkat DKI Jakarta. Jika mau diwakilkan untuk melaporkan, sesuai aturan hukum maka tidak boleh diwakilkan oleh pengurus partai di daerah lain, melainkan melalui pengacara dengan adanya surat kuasa,” tegas Armin kepada Banggai Raya, Rabu (8/4/2020).

BACA JUGA:  Operasi Patuh Tinombala Dimulai, Berlangsung Hingga 28 Juli 2024

Kemudian sambung Armin, kata-kata yang diunggahnya dan dipermasalahkan seperti kata dikibuli, bodok (baca: bodoh) dan licik, bukanlah kata yang bisa dipidanakan. Dalam tata Bahasa Indonesia tentang arti kata tersebut, ketiganya sama sekali tidak bisa dipidanakan. Misalnya kata bodoh yang dipermasalahkan oleh Iswan Kurnia Hasan.

“Kata bodok atau bodoh dalam seluruh kamus Bahasa Indonesia arti kata bodoh kurang lebih 1. tidak tahu, 2. tidak mengerti. Jika saya mengatakan kepada si A bahwa dia tidak tahu atau dia tidak mengerti apakah itu suatu penghinaan? Tentu tidak. Sehinggah dipastikan seluruh materi yang dituduhkan oleh Iswan Kurnia Hasan dan Yulius Tipa sama sekali tidak memenuhi unsur pidana,” katanya.

Dari poin dua itu kata Armin, sama sekali tidak ditemukan kasus serupa yang hanya karena ada kata “dikibuli, atau bodok, atau licik” sehingga orang bisa dipidanakan untuk dijadikan perbandingan hukum pada kasus yang sama.

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

Dengan dilaporkannya ke penegak hukum, Armin justu menilai, pelaporan yang digawangi Iswan Kurnia Hasan dengan mengajak Yulius Tipa lebih kepada sikap emosional perasaan semata tanpa mempertimbangkan sisi rasionalitas hukum.

Sebelumnya diberitakan, terlapor dilaporkan, karena memposting kata-kata yang diduga melakukan tindak pidana penghinaan di laman akun Facebooknya.

Di akun Facebooknya, terlapor menulis: ‘Kegagalan PKS mendapatkan Wagub DKI setelah dikibuli Prabowo dan Gerindra, dan keberhasilan Gerindra mendapatkan posisi Wagub DKI setelah mengibuli PKS, menunjukkan yang satu bodok dengan lugu gampang dikibuli, yang satu terlalu licik untuk tega mengibuli teman segajah’.

Unggahan Akun Facebook Armin Putra Toili menyertakan foto Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Wagub DKI terpilih, Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

Laporan beserta barang bukti telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Banggai untuk diproses.

Ketua DPC PKS Banggai, Iswan Kurnia Hasan mengakui hal tersebut. Di laman Facebook Iswan Kurnia Hasan ia menulis postingan terkait dengan upaya hukum melaporkan akun Armin Putra Toili.

Iswan dalam penjelasannya mengungkap bahwa PKS bersama sahabat Gerindra telah melaporkan peristiwa itu.

Di postingan Armin Putra Toili menyinggung dua parpol. Yakni, menyebut PKS bodok (baca: bodoh) dan Gerindra terlalu licik.

“Kami menempuh jalur hukum karena NKRI adalah negara hukum. Dan kami percaya aparat akan segera menyelesaikan kasus ini dengan baik. Insya Allah segera ketemu kembali di pengadilan,” tulis Iswan Kurnia Hasan di laman Facebooknya.

Postingan Iswan Kurnia Hasan telah dibagikan sebanyak 25 kali hingga tadi malam sekira pukul 21.18 Wita. Komentar membanjir.

Ketua DPC PKS Banggai, Iswan Kurnia Hasan tak mau merespon klarifikasi Armin. Ia hanya menyebut bahwa masalah ini sudah dilaporkan ke institusi hukum. “Saya tidak mau kasih komentar. Serahkan saja sama aparat untuk memprosesnya. Karena sudah kita laporkan,” begitu tulis Iswan via WhatsApp, semalam. JAD/URY