Dinsos Data Pengemis dan Pemulung

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Dinas Sosial Banggai mendata para pengemis, pemulung dan gelandangan yang berkeliaraan di dalam Kota Luwuk. Setelah didata, mereka akan dibina.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Burhan Latara mengatakan bahwa fenomena sosial tersebut harus segera dicarikan jalan keluarnya. Sebab, masyarakat tersebut harus ditata dan tak boleh dibiarkan keluyuran.

“Kami monitoring keadaan para gelandangan, pengemis dan pemulung. Lokasinya masih dalam Kota Luwuk, yaitu Tugu Adipura, Lampu Merah Kelurahan Keraton dan Lapangan Tenis Gelora Luwuk. Belum semua terdata, baru tiga orang tua, lain anak-anak kecil yang mereka jadikan sebagai umpan rasa bela kasihan warga yang lewat di jalan tersebut,” kata Burhan Latara kepada Banggai Raya, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, kedepan Dinsos Banggai akan melakukan pembinaan terhadap para gelandangan, pengemis dan pemulung itu.

Ia mengatakan, sesuai amanah Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 34 ayat 1, dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Oleh sebab itu, Pemda Banggai akan bergerak, di satu sisi kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi, namun jangan sampai mengganggu ketertiban umum.

“Ini masih arahan persuasif, karena kedepan mungkin sudah dengan tim. Mereka ini setelah diarahkan, saya langsung bawa pulang dengan mobil pribadi ke rumahnya masing-masing,” tambahnya.RUM

Pos terkait