Dikbud Banggai Instruksikan Belajar Tatap Muka 100 Persen

  • Whatsapp
Rudi Budaya

BANGGAI RAYA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai memperbolehkan satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Banggai untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Hal itu sesuai Surat Edaran Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Banggai Nomor 1169/800/ Disdikbud, tertanggal 23 Mei 2022 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran PPKM Level 1 Jenjang PAUD/RA,SD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C, SMK, SLB se Kabupaten Banggai di Masa Pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sekolah-sekolah di Kabupaten Banggai sudah boleh melaksanakan PTM di sekolah 100 persen,” kata Kepala Seksi Kurikulum, Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Rudi Budaya kepada Banggai Raya, Selasa (24/5/2022).

Dasar hukum kata mantan Kepala SMA Kristen Luwuk ini, adalah Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES /1140/2022, Nomor 42-1026 Tahun 2022, Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Kemudian kata dia, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/6424/2021, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19  bagi anak usia 6 sampai dengan 11 Tahun.

“Surat edaran Bupati Banggai Nomor 440/1308/Satgas Covid-19, tanggal 12 Mei 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 untuk Penanganan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Banggai Provinsi Sulteng,” jelasnya.  

Lebih lanjut, Ia mengatakan, ketentuan pembelajaran pada PPKM Level 1, yaitu penyelenggaraan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 dan PPKM level 2 dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 80 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di bawah 60 persen di tingkat kabupaten.

“Maka pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan,  pertama setiap hari, kedua jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas dan ketiga jam pembelajaran paling sedikit 6 jam pelajaran per hari,” ujarnya.

Pendidik dan tenaga kependidikan yang melaksanakan tugas pembelajaran/bimbingan pada pembelajaran tatap muka terbatas wajib telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis 2. Pendidik yang tidak diperbolehkan atau ditunda menerima vaksin Covid-19 karena memiliki komorbid tidak terkontrol atau kondisi medis tertentu berdasarkan keterangan dokter, maka pelaksanaan tugas pembelajaran atau bimbingan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.

Pendidik dan tenaga kependidikan serta siswa yang berada di lingkungan sekolah selama PTMT wajib di vaksin dan bilamana belum divaksin, maka tidak diperkenankan untuk melakukan PTMT di sekolah. Bagi pendidik, tenaga kependidikan dan siswa yang belum divaksin, maka pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh/daring/online dari rumah.

“Satuan pendidikan dapat menerima siswa pindahan dari satuan pendidikan lain sesuai dengan persyaratan akademik, juga harus disertai dengan bukti surat vaksin. Pembelajaran tatap muka terbatas di dalam kelas dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” tuturnya.

Prokes kata Rudi, meliputi menggunakan masker sesuai dengan ketentuan yaitu menutupi hidung, mulut dan dagu. Menerapkan jaga jarak antar orang dan/atau antar kursi/meja. Menghindari kontak fisik.

Tidak saling meminjam peralatan atau perlengkapan belajar. Tidak berbagi makanan dan minuman serta tidak makan dan minum bersama secara berhadapan dan berdekatan. Menerapkan etika batuk dan bersin, rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

“Kondisi medis warga satuan pendidikan yang mengikuti pembelajaran tatap juga terbatas, yaitu tidak terkonfirmasi Covid-19, sehat dan jika mengidap penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait