Dihadiri Ratusan Warga, Pertamina EP Donggi Matindok Field Gelar Baksos Kesehatan di Puskesmas Batui

  • Whatsapp
Puluhan anak mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan oleh Pertamina EP Donggi Matindok Field bersama Babasal Mombasa di Puskesmas Batui. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Pertamina EP Donggi Matindok Field bersama Yayasan Babasal Mombasa kembali menggelar bakti sosial kesehatan.

Baksos kesehatan ini merupakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang Kesehatan Pertamina EP Donggi Matindok Field, yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan deteksi dini katarak.

Bacaan Lainnya

Baksos kesehatan yang diikuti lebih dari seratus warga ini dilaksanakan di Puskesmas Batui, Selasa 6 Desember 2022.

Kerja kemanusiaan yang dilaksanakan Pertamina EP Donggi Matindok Field untuk kesehatan berdampak positif terhadap masyarakat di ring satu perusahaan.

Sebelumnya bakti sosial pemeriksaan kesehatan, deteksi dini katarak, dan sunatan massal telah dilaksanakan di Puskesmas Toili III, Kecamatan Toili Barat pada 13 November 2022.

Adapun baksos kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan umum, yakni pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol.  Sebanyak 87 warga dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Batui, ikut serta dalam baksos pemeriksaan kesehatan umum ini. 

Sementara itu, deteksi dini katarak menyasar sekitar 38 warga. Untuk deteksi dini katarak, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field menghadirkan dokter spesialis mata dari RSUD Luwuk untuk terlibat dalam baksos tersebut.

Camat Batui, Rudiyanto AR Noho, SSOs., mengatakan, bakti sosial merupakan bentuk kepedulian Pertamina EP Donggi Matindok Field, yang mau bergandengan tangan memberikan perhatian terhadap masyarakat di sekitar perusahaan.

“Kami dari pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini memberi manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Rudiyanto menilai Pertamina EP Donggi Matindok Field jeli melihat banyak masyarakat yang perlu sentuhan di bidang kesehatan.

Ia pun berharap kerja sama seperti itu terus berkelanjutan, sehingga bantuan bantuan dari perusahaan terus mengalir kepada masyarakat, termasuk melalui program di bidang lainnya. 

Rudiyanto juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program ini dengan melengkapi data, agar program pemerintah dan bantuan perusahaan dapat tepat sasaran.

Ia berharap warga melengkapi data, agar bisa tercover pada bantuan berikutnya yang disalurkan oleh perusahaan.

Rudiyanto mengatakan, perusahaan tidak membantu dengan memberikan uang, tetapi disalurkan melalui program kesehatan yang dilakukan untuk membantu warga tidak mampu melalui sunatan massal.

“Jika dilakukan secara sendiri-sendiri juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik pelaksanaan penyunatan hingga syukuran. Sehingga baksos seperti ini meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Demikian juga data lansia, kata Rudiyanto, perlu dilengkapi, sehingga memudahkan penyaluran bantuan. Ini jika perusahaan- perusahaan di wilayah itu menyalurkan bantuan untuk lansia.

Dalam sambutannya, Rudiyanto sekali lagi menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pertamina EP Donggi Matindok Field kepada masyarakat.

Ia berharap, koordinasi dengan pemerintah kecamatan, puskesmas terus berlanjut dan lebih ditingkatkan di masa mendatang. Sehingga masyarakat di wilayah perusahaan terus mendapatkan sentuhan bantuan, baik di bidang kesehatan maupun lainnya.

“Mari kita mendoakan perusahaan agar operasional perusahaan di daerah kita berjalan dengan lancar dan stabil,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batui, Pinus Lakawa,S.KM, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pertamina EP Donggi Matindok Field yang menggelar bakti sosial kesehatan.

Ia berterima kasih atas perhatian Pertamina EP Donggi Matindok Field terhadap kesehatan masyarakat Batui yang berada di 6 desa dan 7 kelurahan. “Kami berterima kasih, masyarakat dibantu dengan kegiatan seperti baksos,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pjs Field Manager Pertamina EP Donggi Matindok Field, Firmansyahrullah.

Firmansyahrullah, menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk konstribusi Pertamina EP yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batui.

Perusahaan, kata dia, berupaya untuk terus berkonstribusi untuk ikut membantu menyejahterakan masyarakat di sekitar perusahaan.

Dalam kesempatan itu, dia berharap doa dan dukungan masyarakat sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik.

Firmansyahrullah juga berharap kegiatan baksos tersebut memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Ia berkeinginan agar sinergi dengan pemerintah dan stakeholder terus ditingkatkan. Demikian juga jalinan tali silaturahmi, sehingga hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat terus terjalin erat. 

DIIKUTI PULUHAN ANAK-ANAK

Puluhan anak-anak dikhitan secara massal dalam bakti sosial yang dilaksanakan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field dan Yayasan Babasal Mombasa.

Sunatan massal melibatkan 30 anak di wilayah Kecamatan Batui. Sunatan massal ini disambut antusias oleh orang tua. 

Warga Bakung, Rohimah, mengikutsertakan anak kelimanya Mohammad Fikal, dalam sunatan massal yang digelar di Puskesmas Batui.

Fikal, anaknya telah lulus SD dan kini berumur 14 tahun. Ibu dengan tujuh orang anak, enam laki–laki dan satu orang perempuan ini mengaku bersyukur setelah mengetahui ada baksos sunatan massal.

Ia mengaku mendapatkan undangan dari desa. “Perempuan anak keenam. Anak terakhir anak laki laki sudah berumur tujuh tahun, tapi belum mau ikut sunatan,” ungkapnya.

Ia berterima kasih kepada PT Pertamina EP Donggi Matindok Field karena telah menggelar baksos tersebut.

Kegiatan sunatan massal dilaksanakan di lantai dua puskesmas Batui. Suasana puskesmas yang nyaman membuat anak-anak yang dikhitan terlihat tenang, tanpa ada tangis ketakutan.

Kepala Puskesmas Batui, Pinus Lakawa,S.KM; Camat Batui, Rudianto AR Noho; Pjs  Field Manager Pertamina EP Donggi Matindok Field, Firmansyahrullah; Kapolsek Batui, Iptu Andriansyah Arthadana, STrK; dan Babinsa Uso, Ariyanto, mewakili Danramil Batui, tampak menyemangati anak-anak yang sedang dikhitan. 

Mereka aktif mengajak ngobrol anak yang dikhitan, sehingga perhatian anak-anak tidak lagi pada petugas kesehatan yang melaksanakan tugasnya melakukan khitanan.
Di akhir sunatan massal, anak-anak diberikan obat-obatan dan vitamin, serta bingkisan berupa tas dan sarung.

Sekadar diketahui, seratus lebih warga dari berbagai kelurahan dan desa di Kecamatan Batui mengikuti baksos ini. Di antaranya warga dari Kelurahan Bakung, Bugis, Hanbola, Batui; dan warga Desa Kayowa. (*)

Pos terkait