Diduga Gelapkan Uang Tabungan Murid Belasan Juta, Oknum Guru TK di Luwuk Dipolisikan

Ilustrasi. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Diduga mengggelapkan dana tabungan milik orangtua peserta didik yang mencapai sekitar Rp 19 juta, seorang oknum guru TK Negeri Satu Atap Maahas, Luwuk dipolisikan.

Oknum guru TK di Kota Luwuk yang dipolisikan karena diduga menggelapkan uang tabungan murid itu diketahui bernama Inggrid Astuti L.

Informasi penggelapan tabungan murid yang dilakukan oknum guru itu kini viral di berbagai media sosial, baik Facebook maupun WhatsApp.

BACA JUGA:  Dukung Penanganan Stunting, Pertamina EP DMF Berikan Bahan Pokok Penting untuk Balita Risiko Stunting

Saat ini, kasus dugaan penggelapan uang tabungan milik orangtua murid itu tengah ditangani Polres Banggai.

Dikonfirmasi Banggai Raya, Selasa 25 Juli 2023, Kasi Humas Polres Banggai, Iptu Al Amin S. Muda mengatakan, awalnya kasus ini akan diselesaikan secara damai oleh pihak sekolah.

Bahkan upaya diselesaikan secara kekeluargaan atau secara damai ini telah dilakukan beberapa kali, lebih dari dua kali.

Hanya saja, proses mediasi untuk menyelesaikan secara damai antara orangtua murid dan terduga pelaku berujung buntu.

BACA JUGA:  Tambah 2 Tahun, 250 Kades dan 1.400 Anggota BPD di Banggai Segera Dikukuhkan, Ini Jadwalnya!

Setelah mengalami jalan buntu, disebutkan pihak sekolah berupaya melalui Polsek Luwuk untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun lagi-lagi, upaya itu tidak membuahkan hasil. Orangtua yang mengharapkan uang tabungannya untuk bisa digunakan anaknya bersekolah harus gigit jari.

“Setelah itu baru ke Polres. Itupun baru masih bentuk aduan. Nanti hari Jumat kemarin, baru ditingkatkan dalam bentuk laporan,” kata Iptu Al Amin S. Muda, via telepon WhatsApp.

BACA JUGA:  Tambah 2 Tahun, 250 Kades dan 1.400 Anggota BPD di Banggai Segera Dikukuhkan, Ini Jadwalnya!

Laporan polisi atau yang mempolisikan pelaku penggelapan uang tabungan ini adalah satu orangtua murid.

“Jadi Jumat kemarin baru masuk laporan polisi. Ini sekarang Satreskrim masih sementara mengumpulkan barang bukti dan saksi yang akan diperiksa,” jelasnya.

Sementara itu, baik pihak sekolah maupun orangtua murid berharap agar polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut, dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. (*)

Pos terkait