DEPRESI Terlilit Hutang, Pria di Lontos Luwuk Timur Ini Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

BANGGAI RAYA- Diduga depresi karena terlilit hutang di bank, salah seorang warga berinisial RO (30) asal Desa Lontos, Kecamatan Luwuk Timur ini nekat bunuh diri dengan cara gantung diri, Rabu (3/5/2023).

Mendapat informasi tragis itu, Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Banggai mendatangi TKP di Desa Lontos, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.

Korban lelaki, berinisial RO (30) warga Dusun III Desa Lontos, Luwuk Timur itu ditemukan meninggal dunia  akibat gantung diri.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, Masjid An Nuur Luwuk Sembelih 11 Ekor Sapi Kurban

Kasat Reskrim Polres Banggai IPTU Tio Tondy menuturkan bahwa pemicu bunuh diri itu diduga karena korban mempunyai pinjaman di bank sebesar Rp 20 Juta yang harus dibayar setiap bulannya.

Sementara kata dia, hasil penjualan kelapa dari kebunnya tidak mencukupi.

“Diduga lantaran korban depresi akibat terlilit pembayaran pinjaman di bank. Hal itu diketahui karena korban pernah mengeluh kepada adiknya terkait hal tersebut,” ujarnya.

Kejadian itu bermula saat saksi Amsal Gulue (49) dan Eikmal Sakei (43) mendatangi korban di rumah pondok kebunnya dengan maksud mengajak untuk membersihkan lokasi.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

Kemudian dipanggil oleh para saksi, karena tidak ada jawaban dari korban, maka mereka insiatif untuk mengintip ke dalam rumah melalui celah dinding.

“Saksi melihat korban sudah tergantung dengan leher tergantung menggunakan tali nilon dalam posisi berlutut,” ungkapnya.

Saksi kemudian menghubungi Kades Lontos dan diteruskan kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

“Sekitar pukul 14.00 Wita korban dievakuasi ke RSUD Luwuk untuk dilakukan visum,” sebutnya.

Lanjut Kasat, bahwa berdasarkan pemeriksaan dokter forensic tidak terdapat tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil penelusuran di HP korban terdapat rekaman video berisikan rekaman proses aksi gantung diri yang dilakukan oleh korban berdurasi 51.35 menit,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi kemudian membuat surat pernyataan penolakan. (*)

Pos terkait