Depresi, Ibu Tiga Anak Tewas Mengapung di Laut Kilo 8

BANGGAI RAYA- Warga Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Kecamatan Luwuk Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di perairan  Kilo 8, Minggu (5/4/2020) sekitar Pukul 09.00 Wita. Perempuan yang belakangan diketahui bernama Sutriani (35) warga Desa Tolisu, Kecamatan Toili itu dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Luwuk guna dilakukan visum et repertum.

Kapolres Banggai, AKBP Budi Priyanto yang dikonfirmasi media ini membenarkan kejadian tersebut. Mayat perempuan itu ditemukan nelayan yang sedang mencari ikan di perairan tersebut. Saat ditemukan Sutriani masih mengenakan baju kaos berwarna hijau dan celana pendek.

Noprianto (40) suami korban kepada polisi mengungkapkan, pada Sabtu (4/4/2020) ia bersama istrinya berangkat dari Tolisu menuju Luwuk dengan menumpang kendaraan umum. Tiba di Luwuk, mereka menginap di rumah kerabatnya yang ada di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk  Selatan.

BACA JUGA:  Dukung Penanganan Stunting, Pertamina EP DMF Berikan Bahan Pokok Penting untuk Balita Risiko Stunting

Belum lama berada di Maahas, Sutriani menghilang meninggalkan rumah dan membuat Noprianto dan kerabatnya kebingungan mencarinya. Berdasarkan informasi warga sekitar, mereka melihat korban menuju pantai dan mandi di laut, padahal diketahui bahwa Sutriani tidak bisa berenang.

Mendapat informasi itu, Noprianto kemudian meminjam pelampung berupa ban karet dan berusaha menyelamatkan istrinya yang tenggelam. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri dan sempat dibawa ke Puskesmas Simpong guna mendapatkan perawatan medis.

Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Simpong lanjut Kapolres, keduanya kembali ke rumah kerabat di Kelurahan Maahas. Namun pada keesokan  harinya, tepat sekira Pukul 02.00 Wita dini hari, Sutriani kembali menghilang. Saat itu pun, Noprianto kembali mencari keberadaan istrinya, namun hingga pagi hari belum juga ditemukan.

BACA JUGA:  Tambah 2 Tahun, 250 Kades dan 1.400 Anggota BPD di Banggai Segera Dikukuhkan, Ini Jadwalnya!

Pada Minggu (5/4/2020) sekitar Pukul 08.00 Wita, seorang nelayan yang sedang mencari ikan mengabarkan bahwa telah melihat sesosok mayat yang terapung di perairan Kelurahan Tanjung Tuwis dan informasi itu kemudian disampaikan ke anggota Polsek Luwuk.

Setelah mendapatkan informasi itu, Anggota Polsek Luwuk bersama petugas KPLP bergegas menuju ke lokasi menggunakan speedboat guna melakukan evakuasi. Sesampainya di lokasi kemudian jasad Sutriani dievakuasi ke darat, selanjutnya dilakukan identifikasi dan Noprianto membenarkan jika  jasad perempuan itu adalah istrinya.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi kemudian membawa jasad korban ke RSUD Luwuk guna dilakukan visum et repertum. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau luka akibat kekerasan.

BACA JUGA:  Dukung Penanganan Stunting, Pertamina EP DMF Berikan Bahan Pokok Penting untuk Balita Risiko Stunting

“Benar telah ditemukan sesosok mayat perempuan di Kelurahan Tanjung Tuwis, menurut keterangan suami korban bahwa sejak empat bulan terakhir ini korban mengalami gangguan jiwa atau stres bahkan beberapa kali berupaya melakukan upaya percobaan bunuh diri dengan mengiris tangannya dengan pisau termasuk menenggelamkan diri. Namun saat itu upaya korban berhasil diselamatkan,” terangnya.

Masih kata Kapolres Banggai, korban bersama suaminya datang ke Luwuk untuk melakukan pengobatan terhadap sakit yang diderita Sutriani. Korban diketahui memiliki tiga orang anak balita, bahkan satu anak mereka baru berusia empat bulan.“Besar kemungkinan korban meninggal dunia akibat tidak bisa berenang saat menyeburkan diri ke laut karena depresi (gangguan jiwa-red) yang diderita sejak 4 bulan terakhir. Setelah dilakukan visum luar oleh pihak medis  RSUD, pihak keluarga korban menerima atas kematian tersebut dan dicantumkan dalam surat penyataan untuk selanjutnya akan membawa korban ke kampungnya guna dikebumikan,” pungkas perwira dua melati ini. JAD/KBL