Demo Menolak UU Cipta Kerja Nyaris Bentrok

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Massa aksi yang tergabung antara mahasiswa dan buruh melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Banggai, Rabu (7/10/2020). Aksi itu merupakan bentuk penolakan atas pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja alias Omnibus Law.

Ratusan massa aksi itu mendesak anggota DPRD Banggai untuk bersikap menolak pengesahan Omnibus Law yang dinilai hanya merugikan masyarakat.

Aksi itu sempat berlangsung alot. Sebab, sebagian anggota DPRD Banggai kala itu tidak berada di gedung DPRD Banggai.

Massa aksi pun memberikan waktu kepada staf sekretariat untuk menghadirkan seluruh ketua fraksi dewan.

Berselang beberapa waktu kemudian, Ketua DPRD Banggai, Suprapto N bersama lima perwakilan fraksi, yakni Toto Raharjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Naim Saleh dari Fraksi Gerindra, Syafrudin Husain dari Fraksi PHP (Gabungan fraksi PKB, Hanura dan Perindo), Sukri Djalumang dari Fraksi Nasdem dan Ibrahim Darise dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Perwakilan lima fraksi itu pun menyempatkan diri untuk mendengarkan apa yang menjadi tuntutan massa aksi. Negosiasi antara massa aksi dan para wakil rakyat tersebut pun sempat berlangsung alot.

Sebab, massa aksi mendesak masing-masing perwakilan fraksi memberikan sikap untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

Tiga dari lima fraksi itu, yakni PDIP, PHP dan Gerindra mengindahkan tuntutan massa aksi kala itu. Namun dua fraksi lainnya, yakni fraksi PAN dan Nasdem belum sempat memberikan sikap yang jelas terkait dengan tuntutan massa aksi tersebut.

Karena tidak puas, massa aksi lalu mengancam memboikot degung DPRD Banggai. Mereka berupaya menerobos ke dalam gedung DPRD Banggai. Hanya saja, pintu depan kantor DPRD Banggai dijaga ketat aparat kepolisian.

Di situlah sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian.

Karena gedung DPRD Banggai dijaga ketat oleh pihak kepolisian, massa aksi sempat mengancam untuk menyita mobil dinas yang kala itu terparkir di halaman kantor DPRD Banggai.

Alhasil, niat massa aksi untuk menyita mobil dinas tersebut dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian.

Massa aksi lalu kembali di barisan awal. Dan terus menyampaikan orasi bentuk penolakan atas pengesahan Omnibus Law. Bahkan, massa aksi kembali mencoba menerobos untuk memboikot gedung dewan. Lagi-lagi, aksi saling dorong juga kembali terjadi. Akibatnya, tiga orang mahasiswa jatuh pingsan, karena kelelahan.

Merasa kewalahan menerobos ke dalam gedung dewan, massa aksi lalu melanjutkan aksi bakar ban di luar halaman, tepatnya di ruas jalan depan halaman kantor dewan. Massa aksi mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Banggai pada Kamis (8/10/2020). URY

Pos terkait