Delapan Mahasiswi UMLB Lolos Pendanaan Program Talenta Inovasi Indonesia 2021

  • Whatsapp
WR III BIdmawa UMLB, Agung K Djibran bersama sejumlah mahasiswi yang lolos pendanaan program Talenta Inovasi Indonesia tahun 2021. FOTO: DOK. UMLB/BR

BANGGAI RAYA- Sebanyak delapan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) berahasil lolos pendanaan Program Talenta Inovasi Indonesia tahun 2021 Gelombang II.

Sebelumnya, kampus hijau juga telah meloloskan satu mahasiswinya dalam pendanaan program yang sama di Gelombang I. Ia adalah  Nurkarima Asamin mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Bacaan Lainnya

Adapun delapan mahasiswi yang lolos mendapatkan pendanaan yakni Dian Anggraini dari Prodi PBI, Cia Julianti Adam dari Prodi PBI, Rizqa Dwisavira dari Prodi PBI, dan Iswath Al Mawaddath dari Prodi PBI. Kemudian, Siti Humaera dari Prodi Biologi, Jumrah dari Prodi PBI, Miftahul Jannah dari Prodi PBI dan satu lainnya dari Prodi Budidaya Perairan.

Berhasil lolos pendanaan, nantinya mahasiswi ini akan mendapatkan alokasi dana untuk melakukan sebuah inovasi sesuai dengan proposal yang diajukan. Pendanaan itu bersumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,Riset dan Teknokogi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Tekonologi.

Keberhasilan sembilan mahasiswi dalam pengajuan program Talenta Inovasi Indonesia, tentunya sesuatu yang sangat membanggakan. Bersaing dengan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswi kampus hijau dapat membuktikan diri untuk lolos pendanaan tersebut.

“Alhamdulillah delapan mahasiswi kami lolos pendanaan Program Talenta Inovasi 2021 Gelombang Ke 2. Ini tersebar dari Prodi PBI, Biologi dan Prodi Budidaya Perairan,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidmawa) UMLB, Agung K Djibran kepada Banggai Raya, Selasa (30/11/2021) via telepon WhatsApp.

Agung K Djibran menjelaskan, setiap mahasiswinya akan mendapatkan dana sebesar Rp5 juta untuk membuat sebuah inovasi sesuai dengan proposal yang diusulkan. “Sama dengan yang satu mahasiswi sebelumnya, mendalami skripsi. Cuma kalau kemarin itu gelombang pertama, ini lolos gelombang kedua,” katanya.

Mantan Dekan FKIP di kampus hijau UMLB itu menguraikan, pada gelombang pertama diikuti tiga mahasiwa dan yang lolos hanya satu orang. Sementara di gelombang kedua ini, kampus hijau mengusulkan 10 mahasiswa, dan yang lolos delapan orang.

Dalam seleksi gelombang pertama dan kedua kata Agung, ada sedikit perbedaan. Jika di gelombang pertama melalui dua tahapan yakni tahap satu seleksi administrasi dan tahap dua seleksi subtansi. Nah, yang lolos subtansi itulah yang akan mendapatkan pendanaan untuk program talenta ini.

Untuk gelombang kedua ini, seleksi administrasi dan subtansi dilakukan bersamaan. Ini dilakukan agar tidak menyeberang tahun.”Jadi dinilai dua-duanya sekaligus (administrasi dan subtansi). Sehingga keluarlah delapan mahasiswi ini, dua orang belum lulus,” tuturnya.

Setelah lolos pendanaan, nantinya mahasiswi akan mengimplementasikan programnya dengan waktu yang diberikan selama satu bulan. “Mahasiswi ini nantinya akan membuat suatu inovasi dari pendalaman skripsi yang telah dibuat sebelumnya. Jadi mahasiswa bisa melakukan pendalaman terhadap skripsi, teknologi tepat guna dan inovasi lainnya,” terangnya.

Agung menambahkan, dengan keberhasilan sembilan mahasiswinya dalam pendanaan program talenta ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Sehingga di akhir skripsi, mahasiswa bisa dimaksimalkan untuk program inovasi yang didanai pemerintah.“Bahkan tidak harus skripsi, bisa juga melakukan penelitian teknologi tepat guna. Iya semoga ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk ikut berkompetisi di level nasional,” harapnya.

Ia juga berharap, melalui program talenta ini mahasiswa dapat berinovasi dan berkreativitas di bidang penalaran. Ini tentunya menjadi target bagi Agung di bidang kemahasiswaan dalam meraih prestasi di tingkat nasional sesuai visi misi Rektor Sutrisno K Djawa. (*)

Penulis: Jajad

Pos terkait