Cerita Pendekatan Persuasif Warga Hingga Ajak Media Massa Berperan

  • Whatsapp
DARI DISKUSI BERSAMA KAPOLRES BANGGAI
OLEH: SUTOPO ENTEDING

Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan salah satu dari tiga tugas pokok Polri. Untuk menciptakan kedamaian di tengah masyarakat, Polri tak bisa sendiri. Butuh stakeholder lainnya untuk saling bahu membahu mewujudkan kedamaian. Salah satunya adalah peran media massa.

Tulisan ini adalah catatan kecil hasil diskusi Kapolres Banggai, AKBP Satria Adrie Vibrianto saat makan siang bersama para pewarta di salah satu rumah makan kadompe, Maahas.

AKBP Satria Adrie Vibrianto belum sebulan bertugas. Sebelum menjabat sebagai Kapolres Banggai menggantikan AKBP Budi Priyanto, Satria diamanahi tugas sebagai Koorspripim, Polda Sulteng. Jabatan ini diembannya selama kurun waktu singkat, hanya lima bulan.

Mantan Waka Polres Sidrap ini memang dikenal sebagai perwira yang sangat dekat dengan masyarakat. Di mana pun ia bertugas, membaur dengan masyarakat adalah sebuah keharusan baginya. Bahkan, Satria sering memandu acara kegiatan yang digelar institusi Polri di tempatnya bertugas.

Mengawali tugasnya sebagai Kapolres Banggai, Satria menunjukkan sikapnya berbaur dengan masyarakat. Salah satunya adalah Safari Jumat. Di kegiatan ini, ia memastikan diri bahwa Salat Jumat tak pernah hanya di masjid tertentu. Ia berkeliling masjid-masjid di wilayah Kabupaten Banggai. Dan agenda ini dipastikannya akan tetap ia laksanakan.

Usai melaksanakan Salat Jumat, Satria meminta kesempatan kepada takmir masjid untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan, ketertiban masyarakat (kantibmas).

Penyampaiannya lugas dengan bahasa sederhana. Dengan bahasa sederhana itu, Satria mengakui bahwa materi penyampaiannya akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Alasan penting memanfaatkan momen seperti itu, cukup sederhana. Untuk mengumpulkan orang banyak di satu tempat itu sulit. Sebab, masing-masing warga memiliki kesibukan kerjanya sendiri. Nah, saat pelaksanaan ibadah, semisal Salat Jumat, di situlah warga berkumpul.

“Saya memang menyampaikannya dengan bahasa sederhana, agar mudah dipahami masyarakat, mudah dicerna. Ya, harapan kita, apa yang kami sampaikan itu diteruskan kepada warga lainnya. Bapaknya menyampaikan kepada anaknya untuk tidak berbuat onar, mengendarai kendaraan tidak ngebut. Kalau kita mengumpulkan warga itu sulit, karena mereka punya pekerjaan masing-masing,” tutur Kapolres Satria sembari menyeruput kopi hitam.

Bahasa sederhana itu dicontohkan Satria, “Coba adik-adik remaja tes, pukulkan batu di kepala, kalau ngak pecah, silakan bawa motor kebut-kebutan dan tidak perlu pakai helm,” kata Satria menirukan bahasa sederhana yang disampaikannya di momen Safari Jumat.

Bukan hanya umat Muslim saja, tapi umat lainnya juga dapat dimanfaatkan momennya ketika usai ibadah. Di gereja, di Vihara dan tempat-tempat ibadah umat lainnya juga dapat dimanfaatkan sebagai momen menyampaikan pesan kantibmas.

Tak hanya dirinya bersafari di tempat ibadah, para kapolsek jajaran Polres Banggai diperintahkan Satria untuk melakukan hal sama. “Iya, saya minta para kapolsek untuk melaksanakan hal itu. Memanfaatkan momen seperti itu untuk menyampaikan pesan-pesan kantibmas,” urai AKBP Satria.

Tugas Polri mengayomi masyarakat sebut dia, salah satu bentuk nyata adalah menyampaikan pesan-pesan damai sebagai tindakan preventif (pencegahan). Dengan harapan, masyarakat memahami arti pentingnya perdamaian. Ia menyadari bahwa tindakan pencegahan lebih mudah ketimbang biaya pemulihan.

Jelang pilkada misalnya, ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menghindari perpecahan. Pemilihan kepala daerah adalah pesta demokrasi. Artinya, pesta itu dimaknai sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Berbeda pilihan adalah hal yang sangat wajar. Bukan berarti, berbeda pilihan lalu menciptakan perpecahan. Silaturahmi antar sesama tercabik, gegara beda pilihan. Padahal, masyarakat tak pernah menyadari bahwa usai pilkada, seluruh masyarakat akan kembali menjalani pekerjaan maupun profesinya masing-masing. “Yang nelayan tetap jadi nelayan, petani dan lain sebagainya kembali seperti semula. Buat apa bertikai hanya beda pilihan. Pilkada itu pesta demokrasi, ya masyarakat harus menikmatinya seperti pesta,” kata Satria.

Di balik itu semua, Kapolres Satria menyadari bahwa tugas Polri tidak akan berhasil tanpa bantuan stakeholder lainnya. Salah satu stakeholder penting yang berperan menciptakan kedamaian adalah media massa.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus ada keterlibatan pihak lain untuk bersama menciptakan kondisi, suasana aman dan nyaman di daerah ini. Media massa sangat berperan menciptakan kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Sejatinya sebut Satria, peran media massa dengan Polri hampir mirip. Arahnya adalah masyarakat. “Tugas kita mirip, tujuannya ke masyarakat. Hanya berbeda jalurnya,” kata Satria.

Itulah sebabnya Satria berharap, para pewarta hingga media massa di Kabupaten Banggai dapat membangun sinergi dengan Polres Banggai.

SELAMAT BERTUGAS YA PAK SATRIA!

Pos terkait