Cegah Penyebaran Covid, Pekerja Seni Kampanyekan Prokes

MOMEN DRAMATIS, TIM GUGUS ‘JEMPUT’ PENGUNJUNG KEDAI

BANGGAI RAYA-Suasana malam di Kedai Dg Mangge Premium, Jalan Martadinata, Kelurahan Karaton, Luwuk, yang semula dipenuhi riuh tawa dan tepuk tangan takjub dari pengunjung atas penampilan pegiat seni dari Dewan Kesenian Banggai (DKB) pimpinan Subrata Kalape, mendadak hening, saat suara sirene ambulans yang terdengar dari kejauhan dan mendekat lalu berhenti tepat di depan kedai. Keheningan kian terasa, saat dua orang berpakaian hazmat masuk ke dalam kedai dan berbincang sejenak dengan Subrata Kalape yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Tak lama kemudian, Subrata memanggil pengunjung bernama Risman Sarifuddin atau biasa disapa Cimang, salah satu staf Humas JOB Tomori yang malam itu ikut menyaksikan pentas teatrikal. Tak lama berselang, Cimang kemudian dibawa oleh petugas berpakaian hazmat yang disebutkan berasal dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Tak ada informasi jelas kenapa sampai Cimang dijemput ambulans dan tim berpakaian hazmat. Namun Subrata kemudian menjelaskan pada pengunjung bahwa Cimang baru saja tiba dari Makassar, ibukota Sulsel, dan dijemput terkait dengan hasil pemeriksaan kesehatan. Suasana kian hening, karena Cimang baru saja bercengkerama dengan banyak orang di kedai tersebut, termasuk sejumlah pejabat seperti Kajari Banggai Maznur dan Kadis Pariwisata Paiman Karto. Sejumlah orang terdiam, seolah ada rasa khawatir tentang sesuatu.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

Namun suasana hening dan cenderung menakutkan itu berubah riuh, setelah Cimang kembali muncul di kedai, dan Subrata Kalape kemudian menjelaskan bahwa momen dramatis itu masih merupakan bagian dari alur cerita teatrikal yang digelar pegiat seni di Kabupaten Banggai. Plong, itu mungkin perasaan yang dirasakan semua pihak yang tak tahu bahwa ‘aksi jemput Cimang’ oleh tim berpakaian petugas penanganan covid, adalah bagian dari alur cerita ‘The Mask, Suara yang Tak Berjarak’, yang disutradarai Subrata Kalape dengan penulis naskah Suparman Tampuyak.

Penampilan teatrikal yang digelar Dewan Kesenian Banggai (DKB) pada Kamis malam (22/10/2020) di Kedai Dg Mangge Premium itu, memang bertema sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19, khususnya terkait kampanye penerapan protokol kesehatan (Prokes). Melalui kegiatan yang disponsori Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dan didukung Pemda Banggai serta Kejaksaan Negeri Banggai itu, pegiat seni dan DKB berharap muncul kesadaran semua pihak khsususnya kalangan milenial tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Banggai Sebut Luwuk so Kotor

Sebelum pentas teatrikal, Subrata Kalape dalam paparannya mengatakan bahwa saat semua pihak bahu-membahu mengatasi pandemi covid, DKB dan pegiat seni juga ingin berbuat melalui seni. Dan setelah berkomunikasi dengan JOB Tomori kata dia, keinginan DKB itu akhirnya mendapatkan dukungan dan sponsor. Melalui teatrikal itu, DKB hendak berkampanye bahwa pencegahan penyebaran covid adalah hal penting, sehingga penerapan protokol kesehatan harus terus disosialisasikan.

Sementara itu Area External & Government Relation Supervisor JOB Tomori Ahmad Sodikun yang mewakili managemen perusahaan hulu migas yang ada di bawah pengawasan SKK Migas itu, menyampaikan bahwa selama ini JOB Tomori menerapkan keamanan dan keselamatan kerja yang cukup ketat, dan itu semakin ditingkatkan di masa pandemi covid. JOB Tomori kata dia, menyadari bahwa selama ini masih ada kalangan tertentu yang masa bodoh dengan virus corona, sehingga sosialisasi tentang covid dan penanganan serta pencegahannya harus terus dilaksanakan, termasuk oleh pekerja seni. Karenanya, ia berterima kasih atas upaya pekerja seni yang menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan melalui aksi teatrikal.

BACA JUGA:  Terdakwa Korupsi, JPU Kejari Banggai Tuntut Mantan Kades Matabas 4 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp592 Juta

Kajari Banggai Maznur yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa sudah ada aturan terkait kewajiban penerapan prtokol kesehatan, termasuk Perbup Banggai, mulai dari sanksi teguran, sanksi sosial hingga denda terhadap perorangan maupun badan usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Ia juga berterima kasih pada JOB Tomori yang terus memberikan dukungan pada berbagai kegiatan positif, terutama terkait pencegahan dan penanganan penyebaran covid. DAR