Cegah Corona, Umat Hindu di Banggai Tiadakan Festival Ogoh-ogoh

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Festival Ogoh-ogoh yang dilaksanakan setiap tahun di Toili Barat, dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 25 Maret 2020 resmi ditiadakan. Hal itu berdasarkan keputusan rapat PHDI Kabupaten Banggai sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Selasa (17/3/2020) di Pura Agung  Padma Bhuana Luwuk.

Rapat yang dihadiri Ketua WHDI, Ketua Prajaniti, Ketua Peradah se Kabupaten Banggai, Penyelenggara Hindu dan Ketua Bendesa Adat Kota Luwuk itu menyepakati tujuh poin. Poin pertama, Umat Hindu di Kabupaten Banggai diminta agar tidak mudah panik, namun tetap waspada dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Pelaksanaan melasti dilaksanakan Ngubeng di masing-masing desa.

Bacaan Lainnya

Poin tiga, Tawur Kesanga dilaksanakan sesuai dengan edaran PHDI Pusat dan PHDI Provinsi Sulteng dengan personil terbatas. Dan Festival Ogoh-ogoh ditiadakan, pada saat pengerupukan Ogoh-ogoh ditempatkan di Catus Pata tanpa disertai gamelan/bale ganjur dengan jumlah personil yang terbatas.

Kemudian, siswa/mahasiswa/masyarakat yang dari luar daerah akan diberi perlakuan khusus diawasi dan diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan sesuai ketentuan berlaku. Melakukan sosialisasi serta himbauan kewaspadaan dini terkait penyebaran virus Covid 19 kepada umat hindu pada setiap kesempatan. Keputusan tersebut disampaikan kepada kepolisian dan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Banggai.

Sementara, Dewan Pembina Peradah Kecamatan Toili Barat, Dewa Jaya Umbara kepada Banggai Raya, Selasa (17/3/2020) membenarkan ditiadakannya Festival Ogoh-ogoh tahun ini. “Seharunya digelar tanggal 23 Maret 2020 ini. Kalau persiapan sudah matang, masing-masing desa sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk Festival ini. Panitia pun sudah mempersiapkan dengan matang,” kata Dewa Jaya Umbara.

Dengan dibatalkannya festival ini kata dia, para anak-anak muda Hindu yang tergabung dalam Peradah di masing-masing desa tentunya kecewa. “Aka tetapi mereka  tetap memaklumi, menerima dengan lapang dada dan akan tetap melaskanakan  instruksi itu termasuk membatalkan kegiatan festival,” tuturnya.

Untuk mengobati rasa kecewa karena pembatalan Festival Ogoh-ogoh, Peradah Kecamatan Toili Barat akan tetap melaksanakan penilaian Ogoh-ogoh tersebut. Di mana  para juri atau penilai akan mengunjungi langsung dan menilai Ogoh-ogoh yang dibuat oleh masing-masing desa.

“Tapi itu belum keputusan final, karena besok (hari ini, Red) Peradah Toili Barat akan melaksanakan rapat terkait hal tersebut,” pungkasnya.

Ketua Peradah Kecamatan Toili Barat, I Wayan Wiranata Sentana Putra juga menambahkan, rekan-rekan Peradah se Kecamatan Toili Barat kata dia, kecewa terkait pembatalam festival ini. Namun apa boleh buat, sebagai warga negara Indonesia, tentunya harus patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan.

“Kami berharap, mudah-mudahan virus ini dapat cepat berlalu sehingga dunia normal kembali dan untuk teman-teman peradah Toili Barat kita bersabar dan legowo akan hal ini, mengingat hal ini adalah isu internasional dan juga ini untuk kebaikan kita bersama untuk menjaga kesehatan kita,” tandasnya. JAD