Camat Mamosalato: Kebutuhan Masyarakat Bergantung ke Banggai

KUNJUNGI POS COVID-19 PERBATASAN TOILI BARAT

BANGGAI RAYA- Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara bersama Anggota Legislatif Morowali Utara, Asral Lawahe dari Fraksi NasDem mengunjungi Pos Covid-19 yang berada di perbatasan Kabupaten Banggai dan Morowali Utara, Minggu (19/4/2020) sekira pukul 10.30 Wita.

Dalam kunjungan tersebut, Forkopimcam Mamosalato disambut oleh Tim Covid-19 Kecamatan Toili Barat serta Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Banggai, Suparno guna membangun komunikasi yang baik dan penyelesaian masalah antara wilayah batas tersebut.

Camat Mamosalato, Howard A. Lario mengatakan sebagian besar kebutuhan penduduk warga Mamosalato bahkan hingga wilayah Baturube sangat bergantung kepada wilayah Toili, Kabupaten Banggai. Sehingga dengan adanya Covid-19 ini, warganya sangat sulit untuk memperoleh kebutuhan karena adanya pos penjagaan di wilayah perbatasan Banggai dan Morowali Utara yang dinilai sangat ketat.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

“Seperti sayur dan bahan-bahan lainnya kita sangat bergantung di wilayah Toili,” ujar Camat Howard A. Lario.

Ia berharap Tim Covid-19 Kabupaten Banggai dan Pemerintah Daerah Banggai dapat memberikan solusi untuk masyarakat di dua kecamatan tersebut.

Menanggapi pernyataan Howard A. Lario, Sekretaris Komisi I DPRD Banggai, Suparno menjelaskan bahwa terkait kebutuhan sayur, rempah dan lainnya terkecuali beras, Pemerintah khususnya Tim Covid-19 Toili Barat tidak membatasi ataupun melarang untuk didistribusikan ke Mamosalato. Hanya saja, lanjut mantan Kades Bukit Makarti dua periode ini yang tidak diperbolehkan adalah penjual sayur keliling (pelaku usaha) yang masuk wilayah Morut.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

“Pasca meninggalnya Bupati Morut, Alm Aptripel, Kabupaten Morowali Utara ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Sehingga sesuai himbauan Bupati Banggai, sementara waktu warga Kabupaten Banggai untuk tidak mengunjungi wilayah Morut selama 30 hari kedepan,” ujar Suparno.

Aleg asal Dapil IV ini juga menambahkan terkait logistik kebutuhan pokok masyarakat Mamosalato, dirinya menyarankan perwakilan dari Mamosalato untuk melakukan transaksi di wilayah batas. Agar warga Kabupaten Banggai untuk sementara tidak mengunjungi wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona merah covid-19.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

“Tapi logistik itu terkecuali beras, karena sesuai himbauan Bupati Banggai agar beras tidak keluar daerah terlebih dahulu di masa pandemik ini,” katanya.

Suparno berharap, pemerintah dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Mamosalato dapat menjalin komunikasi yang baik. Sehingga jika terdapat hal-hal yang dianggap tidak sepaham, dapat dikomunikasikan dengan bijaksana.

Aleg DPRD Morowali Utara, Asral Lawahe menyampaikan dirinya sangat sepakat dengan usulan tersebut, sehingga masyarakat Mamosalato tetap dapat memenuhi kebutuhannya di darurat Covid-19 ini.

“Saya pikir yang disampaikan Pak Suparno sudah tepat, kami sangat berterimakasih dan kami akan selalu membangun komunikasi agar upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini dapat dilakukan secara maksimal dan dilakukan sesuai anjuran Pemerintah,” paparnya. JAD/*