Calon Jamaah Haji Kabupaten Banggai Batal Berangkat

  • Whatsapp
Isnawati, S.Sos

BANGGAI RAYA- Sebanyak 207 Calon Jamaah Haji dari Kabupaten Banggai dipastikan batal berangkat untuk melaksanakan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi. Hal itu sesuai dengan surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Atas pembatalan tersebut, Senin (7/6/2021) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai telah memanggil Kepala dan Staf Seksi Umrah dan Haji untuk segera menyosialisasikan KMA tentang pembatalan keberangkatan haji kepada para calon jamaah haji.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Umrah dan Haji, Kemenag Banggai, H. Suardi Kandjai melalui stafnya, Isnawati, S.Sos kepada Banggai Raya belum lama ini di ruang kerjanya.

“Direncanakan dalam waktu dekat Kemenag Banggai akan menyosialisasikan kepada calon jamaah haji tentang pembatalan tersebut. Kepala Kemenag Banggai telah menyampaikan melalui rapat. Rencana Kemenag akan turun bersama Pemda Banggai dalam hal ini Kabag Kesra yang akan turun. Sudah ada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1442 H/2021 Masehi,” kata Isnawati.

Ia menambahkan, untuk pengurangan calon jamaah haji dari 207 orang itu tidak ada, hanya yang meninggal, ada. Dari 207 calon jamaah haji ada cadangan. Jadi belum ada format untuk keberangkatan.

Menurut istri Kepala Desa Buon Mandiri ini, kalau ada pemberangkatan tahun ini, belum tentu para calon jamaah tersebut akan berangkat. Kalau ada kuota yang kosong, maka cadangan tadi yang akan ditarik.

“Sehingga para calon jamaah haji disarankan untuk segera melunasi biaya haji. Kalau tidak melunasi, seandainya ada kuota kosong, tidak bisa dimasukan. Karena tidak ada di list namanya, sehingga harus cepat dilunasi seluruh administrasinya,” harapnya.

Sebab kuota Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 2.000 orang. Dari 2.000 orang itu, ada yang tidak berangkat, karena sakit atau meninggal. Jadi tetap akan ada cadangan yang muncul. Cadangan itu, kalau ada berapa orang yang meninggal atau sakit yang tidak bisa berangkat.

Cadangan tersebut akan diambil dari nomor antrian. Di bawa nomor antrian terakhir yang reguler, akan tetap berangkat, dimulai dari nama yang paling atas.Muncul tahun depan pemberangkatan haji, sudah pasti masuk menjadi calon jamaah haji yang akan berangkat.

“Terakhir pemberangkatan di tahun 2020 yang masuk, adalah terakhir pendaftaran di tanggal 17 Agustus, jadi yang menjadi cadangan itu, yang telah mendaftar di Agustus 2020. Jadi apa yang akan dipersiapkan, mereka sudah harus mempersiapkan,” cetusnya.

Ia menjelaskan, dari 207 Calon Jamaah Haji Kabupaten Banggai, yang terproses sebanyak 194 orang, dan 13 orang adalah cadangan. Seandainya jadi pemberangkatan haji di tahun 2021 ini, maka yang akan berangkat sebanyak 194 orang. Yang 13 orang akan menunggu kuota kosong, baru bisa masuk.

Cadangan sesuai nomor porsi. Apabila kuota Sulteng ada yang kosong itu, bukan dilihat dari Kabupaten Banggai. Misalnya di Bangkep ada yang batal, dari Kabupaten Banggai bisa masuk, yang penting nomor porsinya ada di atas.

Pos terkait