Bupati: Sawindo Harus Transparan ke Petani!

  • Whatsapp
BUPATI saat memimpin pertemuan terkait kisruh Sawindo vs petani, Rabu (15/9/2021). FOTO ISKANDAR

BANGGAI RAYA- Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka menegaskan bahwa PT Sawindo Cemerlang, perusaaan perkebunan kelapa sawit yang ada di bawah group Kencana Agri, harus transparan terhadap petani plasma. Salah satu bentuk transparansi adalah menghadirkan perwakilan koperasi dan petani saat proses panen hingga penimbangan hasil panen kelapa sawit.

Penegasan bupati itu menjadi salah satu poin yang diputuskan pemerintah daerah saat pertemuan bersama antara perusaaan dan perwakilan petani yang memprotes PT Sawindo Cemerlang, Rabu siang (15/9/2021) di ruang rapat khusus kantor bupati.

Bacaan Lainnya

’’Jadi saat panen, perusaaan harus menghadirkan petani dan perwakilan koperasi sawit, lalu ditimbang bersama dan dibuatkan laporannya. Itu sala satu bentuk keterbukaan atau transparansi,’’ kata Amirudin.

Penegasan lainnya adalah kewajiban perusahaan untuk membenahi Koperasi Sawit Maleo Sejahtera (SMS) yang menauni para petani plasma, melalui forum rapat anggota tahunan (RAT). Perusaaan yang membangun perkebunan di Kecamatan Batui itu, harus mengubah sistem tanggung renteng terkait hasil, sebab tidak bisa ada hasil yang sama untuk petani yang memiliki lahan berbeda dengan masa tanam yang tidak sama berdasarkan afdeling. Tanggung renteng kata bupati, hanya boleh untuk petani yang memiliki lahan di kawasan yang sama atau afdelingnya sama, dengan masa tanam yang juga sama.

Terkait dengan pembayaran hasil sawit yang diterima petani dan dinilai sangat kecil, Bupati Banggai meminta perusahaan untuk melakukan pembenahan, agar kasus serupa tidak terulang lagi. Apalagi ada pengakuan petani kata bupati, terkait kebun sawit yang tidak dipupuk, padahal itu merupakan kewajiban petani.

Begitupula dengan jumlah pokok atau pohon dalam satu hektar yang seharusnya sebanyak 136 pokok, namun kenyataannya ada yang tidak sampai sejumlah itu, terbukti perusahaan baru melakukan penyisipan tanaman saat ini, menurut bupati harus segera diperbaiki perusahaan, sebab hal itu jelas merugikan petani.

Sebelumnya, perwakilan petani seperti Widya menyatakan, masuknya Sawindo diharap bisa membawa kesejahteraan. Namun hal tersebut kata dia, tidak terjadi hingga saat ini. Padahal petani saat ini memiliki beban hutang dari perjanjian antara petani dengan perusahaan melalui koperasi, terkait pengembangan perkebunan sejak tahap land clearing hingga pemeliharaan.

Pos terkait