Bupati Morut Resmikan Laboratioum Uji Swab

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Bupati Morowali Utara, Moh Arsar Abdul Samad meresmikan labolatorium uji swab PCR untuk mendeteksi virus corona di gedung lama RSUD Kolonadale, Rabu (16/9/2020).

Pemeriksaan medis untuk mendeteksi Covid-19 ini akan menyasar 0,5 persen atau 5.000-an warga Morowali Utara yang harus di-swab, tujuannya untuk mengukur kerawanan potensi penularan covid-19 di daerah.

Bupati Morut, Moh Arsar Abdul Samad mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama tes swab tersebut. Dan ini sebagai upaya untuk menimalisir potensi penyebaran pandemi Corona.

“Ini juga kesempatan baik bagi masyarakat untuk memutus mata rantai virus yang belum ada vaksinnya ini. Kalau tes mandiri mahal, ini semua biaya ditanggung Pemda, laboratorium dan peralatannya disiapkan oleh Pemda dan seluruh masyarakat yang akan di-swab dinyatakan gratis sampai dengan bulan November 2020 untuk memenuhi target 0,5% dari populasi penduduk Kabupaten Morowali Utara yang harus di -wab,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Morut, Delnan Lauende mengatakan, tes swab yang dilakukan sebagai salah satu dari tiga syarat penerapan new normal yang ditetapkan pemerintah pusat. Dua syarat lainnya yang juga sudah dipenuhi yaitu kesiapan fasilitas medis dan tingkat penyebaran yang rendah.

Selain tes swab yang juga disebut Polymerase Chain Reaction (PCR), Pemda Morut juga menyerahkan bantuan 1 buah brankar untuk keperluan ambulance Polres Morowali Utara.

Delnan Lauende yang juga Jubir Satgas Covid019 Morut itu turut menginformasikan update kasus Covid-19 di Morut. Saat ini kata dia, tinggal satu kasus dan sementara dirawat di RSUD Kolonodale, PDP dan ODP nihil. “Alhamdulillah hingga kini belum ada transmisi lokal,” jelasnya.

Usai seremoni, semua pejabat eselon II Pemda Morut langsung di-swab test dengan prosedur pengambilan sampel dari saluran pernafasan baik dari hidung maupun tenggorokan, dan tidak menyebabkan rasa sakit sebagaimana digembar-gemborkan selama ini. “Hanya ada rasa tak nyaman seperti ingin bersin beberapa saat setelahnya,” kata Ridwan Nonci salah satu kadis yang mengaku sudah menjalani uji swab tersebut.

Ridwan berpesan agar jangan menganggap Covid-19 sebagai aib. “Ini adalah penyakit yang vaksinnya belum ada, bukan aib. Hal penting yang perlu kita lakukan yakni senantiasa menjaga imun tubuh, pakai masker, dan menjaga jarak,” tandasnya. JAD/*

Pos terkait