Bupati Morut Minta Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

  • Whatsapp
Bupati Morut saat menerima sejumlah pimpinan perusahaan untuk bersilaturahmi. FOTO:MEDIA CENTER DELIS & DJIRA

BANGGAI RAYA- Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi menegaskan, pemerintah dearah sangat berterima kasih dengan kehadiran perusahaan skala besar yang berinvestasi di daerah ini, seperti perusahaan  pertambangan dan perkebunan.

Olehnya, Ia berharap agar perusahaan tersebut benar-benar bisa memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat pada umumnya. “Dalam perekrutan tenaga kerja misalnya, mohon dengan sangat prioritaskan tenaga lokal,” harapnya.

Bacaan Lainnya

Harapan itu disampaikan Bupati Morut saat bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan dan perwakilan perusahaan di ruang kerjanya Kantor Bupati, Kamis (14/10/2021).

Ini merupakan pertemuan resmi pertama yang dihadiri hampir semua perusahaan yang berinvestasi di Morut. Pertemuan selanjutnya direncanakan akan dilakukan secara berkala.

Menurut bupati, para investor tentu berharap selain meraih laba, tentu saja menginginkan agar bisa menjalankan usahanya dengan nyaman dan kondusif. “Kami sangat terbuka untuk membantu kelancaran berinvestasi di daerah ini, karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun tolong juga perhatikan kepentingan masyarakat lokal,” kata bupati.

Sebagai daerah yang sedang berkembang dengan peluang lapangan kerja yang cukup besar, Pemda Morut tengah menyiapkan untuk membuka Balai Latihan Kerja (BLK) skala nasional.

BLK yang di bawahi langsung pembinaan Kementerian Tenaga Kerja itu akan menjadi pusat pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dengan kualifikasi tertentu. “Kedepannya, kami akan menyiapkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan perusahaan. Ini inti pembangunan BLK,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Delis juga menjelaskan tentang rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-8 Kabupaten Morowali Utara.

Menurut bupati, keputusan untuk menyelenggarakan berbagai lomba baru saja diputuskan. Awalnya tidak diagendakan. Bahkan, anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan HUT tidak masuk dalam APBD. “Keputusan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan ini baru muncul setelah Morut turun ke level 2 PPKM. Inipun lomba hanya di perairan seperti lomba perahu naga dan katinting,” jelasnya.

Dijelaskan, peringatan HUT Morut ini dimaksudkan untuk menggairahkan semangat masyarakat yang nyaris tenggelam selama pandemi Covid-19. “Ayo, mari kita bangkit bersama. Kita harus bergerak dan beraktivitas. Dan tentu saja dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Pertimbangan berikutnya kata Bupati, saat ini Morut terus gencar melaksanakan vaksinasi hingga ke pedalaman. Upaya tersebut cukup berhasil, bahkan saat ini Morut menempati urutan kedua pelaksanaan vaksinasi tertinggi di Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan perusahaan yang hadir ikut berpartisipasi dengan memberi sumbangan untuk membantu meringankan beban Panitia HUT Morut.

Bupati menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. (*)

Sumber: Media Center Delis & Djira

Pos terkait