Bupati: Butuh Dukungan Semua Pihak Akhiri AIDS 2030

  • Whatsapp
MEWAKILI Bupati Banggai, Wabup Furqanudin Masulili, Kadis Kesehatan Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendra, Sp. PD., Ketua PKK Banggai, Ir. Hj. Syamsuarni Amirudin,SE, MM., Kadinkes Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa, dan Sekretaris KPA Kabupaten Banggai mengabadikan momen usai penyerahan piagam pengharagan di peringatan Hari AIDS Sedunia. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka mengatakan, saat ini Indonesia berupaya untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030 dan ini sebagai komitmen bersama negara-negara lain di dunia. Beberapa langkah strategis pun dilakukan untuk mencapai target indikator SDS’s, RPJMN, Renstra, Tripple 90, dan pencapaian three zeros.

“Tantangan penanggulangan HIV AIDS dan IMS di Kabupaten Banggai adalah bagaimana meniadakan inekualitas dan menjamin kesetaraan. Selain itu menjaga semua upaya mengakhiri AIDS pada tahun 2030 tentunya tetap pada jalurnya yang menjadi tantangan terbesar,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wabup Banggai, Furqanudin Masulili di Peringatan Hari AIDS Sedunia yang dirangkaian dengan Pengukuhan Pengurus KPA Kabupaten Banggai masa bakti 2021-2024, Selasa (30/11/2021) di Hotel Swiss Bellin Luwuk.

Bacaan Lainnya

Hal ini kata Bupati, tentu saja diperlukan komitmen dan dukungan semua pemangku kepentingan untuk keberhasilan penanggulangan HIV AIDS dan pencapaian target. Sehingga penanggulangan HIV, AIDS dan IMNS merupakan hasil kerja bersama multi sector, baik pemerintah, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, elemen masyarakat, swasta dan media.

Dengan dilantiknya Pengurus KPA Kabupaten Bangai kata Bupati, ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS di daerah ini. “Olehnya itu saya harap kepada lintas sector dan kepala OPD tentunya untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam rangka memadukan langkah penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Banggai,” katanya.

Bupati berharap, para pengurus KPA Kabupaten Banggai yang dilantik ini benar-benar siap untuk bekerja sebagai motor penggerak dan tentunya dengan program-program strategis yang nantinya direkomendasikan sebagai bahan refrensi sebagai pencegahan HIV AIDS di daerah ini. (*)

Penulis: Jajad

Pos terkait