Bupati Bangkep Inisiasi Gerakan ‘Malane Mola’ untuk Pererat Hubungan Ayah dan Anak

BANGGAI RAYA – Penjabat (Pj) Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, Ihsan Basir memiliki beragam inovasi untuk membangun dan memajukan daerah yang dipimpinya tersebut.

Salah satunya adalah gerakan ‘Malane Mola’ (bahasa daerah Banggai). Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, yaitu ‘Laki-Laki Bisa’.

Kepada wartawan, Sabtu (6/5/2023), Pj. Bupati Bangkep, Ihsan Basir mengatakan, bahwa dasar atau substansi inisiasi gerakan tersebut tidak lain untuk mendekatkan atau mempererat hubungan antara ayah dan anak.

“Alhamdulillah, saya menginisiasi gerakan Malane Mola, yang substansinya adalah mendekatkan hubungan antara Ayah dan Anaknya,” tulis Ihsan Basir melalui pesan Aplikasi WhatsApp.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

Dan ini merupakan inspirasi dari Surat Al Balad ayat 3 Al Quranul Karim. Dimana, dalam ayat itu Allah ‘Bersumpah’ Demi Ayah dan Anaknya. Biasanya Allah bersumpah untuk hal-hal besar seperti demi Matahari, Bulan, Bintang atau hal-hal yang bersifat filosofis. Tentu ada yang sangat mendasar di sini.

Lanjut Ihsan Basir, dirinya juga membaca beberapa hasil penelitian. “Salah satu hasil penelitian menyebutkan seperti ini; ‘children in father-absent home are five times more likely to be poor’ (Anak anak yang meskipun secara fisik ayahnya ada, tetapi absent dalam rumah/hubungan tidak dekat, memiliki 5 kali resiko lebih besar untuk miskin, National Fatherhood initiative),” beber Ihsan Basir.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, Masjid An Nuur Luwuk Sembelih 11 Ekor Sapi Kurban

Kemudian, jelas Ihsan Basir, masih banyak lagi hasil penelitian di bidang lain, seperti kriminalitas, kesehatan dan pendidikan. Yang pada intinya memberikan kontribusi dampak buruk atas ketidakhadiran ayah dalam pengembangan karakter anak pada pembangunan secara keseluruhan.

“Saudara-saudara kita yang Nasrani pun, dalam Alkitab memberikan penegasan pada penguatan hubungan Ayah dan Anak-anaknya,” ucap dia.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

Efesus 6:4 misalnya, merupakan ringkasan dari nasehat kepada para orangtua, yang diwakili oleh ayah, yang dinyatakan secara negatif dan positif. ‘Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan’.

“Saya yakin, dalam ajaran agama lainnya juga memberikan justifikasi terkait pentingnya hubungan antara Ayah dan Anak,” pungkasnya. (*)

Penulis : Surianto H. Pasangio

Pos terkait