Bupati Banggai Raih Penghargaan Atas Komitmennya Dalam Penaggulangan HIV AIDS

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banggai, Bupati Amirudin mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam Penaggulangan HIV AIDS di daerah ini dari Gubernur Sulteng.

Meraih penghargaan ini, tentunya sesuatu yang sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Berkat kepeduliannya, Banggai menjadi salah satu dari tiga daerah yang mendapat penghargaan itu.

Bacaan Lainnya

Sekretaris KPA Kabupaten Banggai, Hj. Rampia Laamiri mengatakan, penghargaan ini pertama karena KPA aktif dalam melaksanakan kegiatan. Kemudian dukungan Pemda Banggai luar biasa yang memberikan kucuran dana hibah.

“Dukungan Pemda melalui dana hibah  yang diberikan salah satu bentuk dukungan Pak Bupati dalam kerja-kerja KPA Kabupaten Banggai. Jadi yang menerima penghargaan ini, hanya tiga kabupaten kota saja, yaitu Banggai, Parigi Moutong dan Kota Palu,” ungkap Rampia Laamiri, Jumat kemarin (16/12/2022).

Mendapat penghargaan, tentu diharapkan KPA Kabupaten Banggai yang dipimpin Bupati Amirudin semakin lebih baik lagi dalam pencegahan HIV AIDS hingga 3 zero.

“Tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat Aids, dan jangan ada stigma terhadap orang dengan AIDS,” katanya.

Berikutnya dalam kerja-kerja KPA Kabupaten Banggai, berupaya untuk terus meningkatkan sosialisasi tentang HIV AIDS kepada usia 15-24 tahun. Usia ini kata dia, rentan tertular HIV AIDS.

“Itu usia rentan, kalau usia risiko itu seperti PSK, Waria atau pelaku seks menyimpang. Tag rentan (usia 15-24 tahun) ini yang kita cegah,” tuturnya.

KASUS HIV MENURUN

Saat ini di Kabupaten Banggai, kasus HIV AIDS terus menurun. Hal ini tentunya tidak lepas dari kerja-kerja KPA Kabupaten Banggai dalam melakukan sosialisasi di lapisan masyarakat.

“Artinya, sosialiasi sudah diterima di tengah masyarakat. Ketika mereka terinfeksi, langsung berobat. Karena kalau mereka borobat dan baru stadium satu, bisa sembuh AIDS-nya. Yang penting teratur berobat,” terangnya.

Olehnya, Ia berharap kepada masyarakat agar tidak malu untuk melakukan pemeriksaan jika pernah melakukan hal-hal menyimpang seperti seks hingga narkoba suntik.

Ia berharap, masyarakat bisa lebih memahami tentang HIV AIDS. Bisa mengakses informasi dengan baik.

“Harapannya masyarakat tahu, oh HIV penularannya begini. Begini cara pengobatannya. Dengan pengobatan teratur, ketika sudah tidak terdeteksi, dia sudah tidak menularkan,” tandasnya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait