BUMDes Rp500 Juta Per Desa Segera Diwujudkan

  • Whatsapp
Amirudin Tamoreka

BANGGAI RAYA- Janji-janji ketika kampanye untuk menggelontorkan pembiayaan berbagai program unggulan di struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banggai rupanya bukan hanya isapan jempol belaka.

Meskipun pembahasan Rancangan APBD Banggai tahun anggaran 2022 belum dimulai, tapi arah kebijakan pemerintah daerah menyokong terwujudnya visi dan misi serta janji politik mulai terlihat.

Bacaan Lainnya

Dua program unggulan yang karib di telinga masyarakat adalah penyediaan anggaran ditujukan kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) senilai Rp500 juta per desa dan penyediaan anggaran pekarangan rumah Rp1 juta per kepala keluarga.

Pembuktian bahwa APBD Banggai tahun mendatang mengakomodir pembiayaan demikian dapat dilihat di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banggai 2021-2026. “Masuk dong, masa gak masuk,” jawab Bupati Amirudin Tamoreka kepada pewarta yang menyodori pertanyaan terkait pembiayaan Bumdes dan pekarangan dalam skema RPJMD yang baru saja diparipurnakan di Dewan Banggai, Selasa (7/9/2021).

Jika telah masuk dalam skema RPJMD Kabupaten Banggai sebut Bupati Amirudin, maka APBD berkewajiban membiayainya. RPJMD merupakan ‘kitab suci’ pemerintah daerah yang menjadi acuan arah pembangunan selama kurun waktu tertentu. “Sudah masuk Rp1 juta pekarangan dan Bumdes, sudah masuk itu,” urai Amirudin.

Setiap tahun kata dia, akan dianggarkan dalam pembiayaan APBD Banggai. “Setiap tahun dianggarkan, karena mungkin dalam satu tahun kita bisa menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Banggai,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Banggai berlatarbelakang pengusaha ini.

Diakuinya, meskipun dianggarkan setiap tahunnya, tapi bertahap. “Maka kita melakukannya secara bertahap dari tahun ke tahun, sehingga semua masyarakat Kabupaten Banggai bisa merasakan dari program Rp1 juta per pekarangan,” kata dia.

Demikian halnya dengan Bumdes senilai Rp500 juta per desa per tahun.

Pembiayaan pekarangan itu sebut Amirudin, bersumber murni dari APBD. “Sumbernya dari APBD, nanti kita lihat porsi-porsinya, karena ada ketentuan-ketentuannya,” tambahnya.

Bumdes jelas Haji Amir-sapaan karib Amirudin Tamoreka ini, juga bersumber dari APBD. Bukan diambil dari bagian dana desa. Itu artinya, pemerintah desa akan ketambahan Rp500 juta khusus membiayai Bumdes. Struktur APBDesa yang disokong 10 persen APBD Banggai secara keseluruhan (di luar) tak berkurang sedikit pun. “Alokasi dana desa tetap bergerak (bukan diambil untuk membiayai Bumdes),” ungkap Haji Amir.

Pos terkait