BPJS Kesehatan Miliki Tim Pengawasan dan Pemeriksaan, Upaya Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha!

BANGGAI RAYA- BPJS Kesehatan Cabang Luwuk di bawah pimpinan Kacab Sanny Cristian Mangundap memiliki atau telah membentuk tim kemitraan. Tim kemitraan ini bernama Tim Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Badan Usaha Kabupaten Banggai.

Tim kemitraan yang diketuai Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Banggai, Raden Wisnu Bagus Wicaksono ini tak lain untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN. Tak hanya mendaftarkan, tapi juga membayar iuran kepesertaan sebagai kewajibannya.

Jumat 7 Juli 2023 di Kafe Daeng Mangge, BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggelar public expo untuk memaparkan hasil atau capaian kerja-kerja Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Badan Usaha Kabupaten Banggai.

Selaku Ketua Tim, Kajari Banggai, Raden Wisnu Bagus Wicaksono mengatakan, kerja-kerja Kejari Banggai dalam pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan badan usaha dalam mengcover pekerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, belum begitu familiar.

BACA JUGA:  Operasi Patuh Tinombala Dimulai, Berlangsung Hingga 28 Juli 2024

Selama ini, Kejaksaan hanya dikenal sebagai penegakan hukum, namun ada fungsi lain yakni fungsi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara).

“Saya sebagai Ketua Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Badan Usaha, di mana kami bekerja (sebagai tim) tidak terlalu tereskpos. Seperti diketahui bersama, di Banggai ini banyak potensi alam. Banyak investasi yang masuk. Olehnya, bagaimana kita ciptakan iklim investasi yang sehat dan dinamis,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak kewajiban yang harus dipatuhi badan usaha, salah satunya yakni mendaftarkan pra pekerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.  Inilah yang menjadi fokus tim, agar badan usaha patuh.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

“Selama ini, perusahaan ada yang patuh, dan ada yang juga tidak. Untuk yang patuh, kami ucapkan banyak terima kasih, dan untuk yang tidak patuh, apakah ada unsure kesengajaan, atau hanya karena faktor kealpaan,” tuturnya.

Kajari Banggai menegaskan,timnya hadir untuk bagaimana meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam pada regulasi yang ada. Apalagi ini merupakan salah satu instruksi dari Presiden Joko Widodo

Agar investasi iklim terjaga kata Kajari Banggai, timnya berupaya bekerja seelegan mungkin. Ini dilakukan, agar badan usaha tetap patuh dan juga nyaman dalam berinvestasi di tanah Babasalan ini.

“Kenapa kami harus turun (ke badan usaha yang tidak patuh). Kembali kepada kesadaran masing-masing, data yang kami miliki ada beberapa yang tidak konsisten. Seperti didaftarkan hanya 12 pekerja, padahal miliki 50 pekerja. Olehnya, kami sangat mengharapkan, agar badan usaha bisa memenuhi kewajibannya,” harapnya.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Sanny Cristian Mangundap mengatakan, Forum Kemitraan untuk meningkatka kepatuhan pemberi kerja dalam memenuhi kewajiban yakni mendaftarkan pekerjanya dan membayarkan iurannya.

Ada saksi admnistrasi menanti kata Kacab, jika badan usaha tidak patuh dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN. “Kalau tidak patuh, kami (tim) akan mengadvokasi. Kalau tidak mempan, akan sampaikan ke Pengawas dan tim untuk menindaklajuti,” ungkapnya.

Adapun tujuan dibentuknya tim ini kata Kacab Sanny, tak lain untuk mempertahankan capaian program UHC. Kedua penegakan hukumbagi badanusaha yang tidak patuh. Karena akan sangat merugikan bagi pekerjanya saat hendak borobat. (*)

Pos terkait