BPJamsostek Telah Terima 2.124 Rekening Pekerja

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kabupaten Banggai terus menggenjot pendataan nomor rekening pekerja atau karyawan swasta yang gajinya di bawah Rp5 juta sebagai calon penerima bantuan gaji. Sampai Rabu kemarin, sudah 2.124 pekerja yang telah menyetorkan nomor rekeningnya.

Hal itu disampaikan Kepala BPJamsostek Banggai, Sahid Wahid kepada Banggai Raya, Rabu (12/8/2020) di ruang kerjanya. “Sampai hari ini (kemarin, red) sudah 2.124 pekerja yang telah menyetorkan nomor rekening sebagai calon penerima. Baru sedikit, itu dari 16.609 pekerja yang ada,” ujarnya.

Menurut Sahid Wahid, ada 16.609 pekerja di tiga kabupaten yakni Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan yang berpeluang untuk mendapatkan bantuan gaji senilai Rp2,4 juta atau Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

Adapun kriteria peserta BPJamsostek yang berpeluang mendapatkan bantuan gaji itu adalah tidak menunggak iuran kepesertaan BPJamsostek hingga bulan Juni 2020 dan terdaftar sebagai peserta sebelum bulan Juni 2020. “Kemudian calon penerima tidak menerima bantuan lain seperti program Prakerja dan BLT. Kalau sudah menerima itu, tidak menerima lagi,” tutur Sahid.

Lanjut Sahid, BPJamsostek sejauh ini hanya mendata nomor rekening para calon penerima bantuan. “Kita hanya mendata nomor rekening pekerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Adapun nantinya dapat atau tidak, itu tergantung Kemenaker. Kami hanya mendata saja,” jelas Sahid.

Sahid menekankan, setelah data nomor rekening terkumpul, BPJamsostek ajukan ke Kementerian. Nantinya Kemenaker yang akan memverifikasi dan mentransfer langsung bantuan tersebut ke nomor rekening masing-masing penerima. “Jadi kami (BPJamsostek) hanya mendata, dapat atau tidaknya itu sepenuhnya dari pihak Kemenaker. Karena mereka yang memverifikasi dan mentransfer,” tekan Sahid.

Terkait informasi adanya kebijakan bahwa honorer juga akan mendapatkan bantuan gaji, Sahid Wahid tidak mengelak. “Untuk saat ini kita fokus mendata pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta yang terdaftar sebagai peserta kami, untuk non ASN juga tidak semua (dapat). Hanya yang terdaftar di K2, atau yang sudah registrasi di BKN,” tuturnya.

Untuk tenaga honorer K2 yang teregistrasi di BKN sebut Sahid, diperkirakan berjumlah 5 ribu orang. Itu tersebar di tiga kabupaten yakni Banggai, Banggai Laut dan Kabupaten Bangkep. JAD

Pos terkait