Black Campaign Bisa Picu Rendahnya Pemilih Datang ke TPS

BANGGAI RAYA- Black Campaign atau kampanye hitam memiliki dampak yang luar biasa, di antaranya bisa rendahnya wajib pilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Dampak pertama yang bisa terjadi dalam kampanye hitam, di antaranya adalah pada suara pemilih. Bahkan bisa saja (warga) tidak mau datang ke TPS karena sudah tidak percaya lagi pada calon,” ungkap Ade Putra Ode Amane, akademisi Unismuh Luwuk saat memberikan materi dalam sosialisasi pencegahan Kampanye Hitam, Rabu 24 Januari di Hotel Swissbell Luwuk.

BACA JUGA:  Perindo Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di Toili Barat Banggai

Disebutkan, berdasarkan jurnal yang dikutipnya, kampanye hitam masuk dalam ranah pelanggaran hak asasi manusia kategori ringan.

BACA JUGA:  Gunakan Kapal Penumpang, Kabupaten Banggai Laut Antarpulaukan Ratusan Boks Ikan Setiap Hari

Namun Ade tidak bisa memungkiri, Kampanye Hitam atau black Campaign ini sangat sulit untuk dicegah dan selalu terjadi setiap dalam persta demokrasi.

“Ada beberapa hal yang memicu terjadinya black Campaign, diantaranya adanya hasrat kekuasaan. Sehingga tidak lagi rasional, dan kemudian karena miskinnya gagasan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Universitas Padjadjaran - Pemda Banggai Tandatangani Kerja Sama Pendidikan 

Di akhir materinya, Ade menerangkan cara atau upaya yang bisa dilakukan Bawaslu Banggai dalam pencegahan Kampanye Hitam.

Pertama, Bawaslu Banggai aktif melakukan kegiatan yang berkelanjutan seperti kegiatan sosialisasi hari ini.

“Kemudian sinergi menjalin kerjasama dengan media untuk melakukan pencegahan Kampanye Hitam,” tandasnya. (*)