Bikers Subuhan Luwuk, Komuitas Motor Pecinta Masjid

BANGGAI RAYA- Kata ‘bikers’ identik dengan komunitas pecinta dunia otomotif yang hobi touring ramai- ramai antar kota antar provinsi. Deru mesin para ‘bikers’ tak jarang membuat pengguna jalan menjadi risih. Ya, keberadaan mereka cenderung membuat para pengguna jalan yang lain terpaksa mundur atau menepi.

Akan tetapi mendengar nama komunitas Bikers Subuhan Luwuk tentu ada yang aneh dengan nama komunitas ini. Imej anak motor pasti lekat dengan gaya hidup hedon dan secara tampilan mereka bukanlah sosok yang menampilkan kesan religius, lebih mirip sosok Dilan dengan jaket denimnya.

Melalui komunitas ini kita belajar bahwa anak motor pun bisa tampil syar’i namun tetap kelihatan aura-aura racingnya .

“Bikers Subuhan Luwuk sendiri berdiri pada 20 Oktober 2018, hingga kini kami sudah touring subuh ke semua masjid se- Kabupaten Banggai,” ujar Bikers Subuhan Luwuk, Ishaq Umar kepada Banggai Raya saat agenda subuhan ke 115 di Mesjid Al Hikmah Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat (25/10/2020).

BSL berdiri di dasari dengan kerisauan tentang maraknya komunitas motor yang membuat kegiatan yang hampir rata-rata pertemuan atau sering disebut kopdar, kebanyakan tidak ada manfaatnya.

“Untuk itu saya mulai mencari komunitas motor nasional yang mempunyai agenda bermanfaat terutama dalam kegiatan dakwah. Akhirya saya mendapat kontak langsung Pendiri pusat Bikers Subuhan Indonesia dan izin untuk mendirikannya di luwuk,” katanya.

Awalnya kata dia, BSL ini dipelopori beberapa orang yaitu ISHAK UMAR, Angga Nasar, Roimona, dan Takdir. Setelah itu, mereka berempat melakukan pertemuan.

“Agenda bikers subuhan pertama kali diadakan di Masjid Agung Luwuk. Dan berkat pengurus Bikers Subuhan seperti ketua Adhi Mauludin, Ipul Askina, Ario saat ini bikers subuhan tetap istiqomah dalam setiap agenda mingguan maupun bulannya,” tuturnya.

Kesuksesan ini juga tidak lepas dari pengurus BSL yaitu Ketua Adhy, ketua Ipul, ketua Ario, dan para Ketua Anggota BSL. “Alhamdulillah sekarang anggota sudah sekitar 100 lebih, tidak lupa juga para ulama seperti KH. Muhamad Muadz, Ustadz Iswan Kurnia Hasan, Ustdz Risal Panigoro, Ustdz Tomy Adam, yang telah menjadi pembina sekaligus pemateri setiap agenda taklim mingguan kami,” pungkasnya. AGK