Besuk Tersangka, Keluarga Almarhum Michael Sempat Bersitegang

  • Whatsapp
Tampak pihak keluarga saat membesuk tersangka yang ditahan di Polsek Luwuk. FOTO: BANGGAI RAYA

BANGGAI RAYA- Tujuh pelaku penganiayaan hingga Bripda Michael A. Palem, anggota Brimob Kompi II Yon B Pelopor Luwuk meregang nyawa pada medio November 2020 telah dinyatakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Luwuk bersalah. Ketujuh pelaku yang merupakan senior almarhum Michael dijatuhi pidana enam tahun penjara. Kini, tujuh senior itu tengah menjalani hukuman badan di Sel Mapolsek Luwuk.

Berdasarkan pengakuan ayah almarhum Michael, Djen A. Palem bahwa pada Selasa (17/5/2022), dirinya sempat mengunjungi sel tahanan Mapolsek Luwuk. Saat mengecek di sel tahanan, Djen mengaku, hanya ada tiga orang dari tujuh pelaku.

Bacaan Lainnya

“Kemarin (Selasa, Red) dicek di tahanan cuma ada tiga orang. Saya tanya sama brimob yang jaga atas nama Agung, katanya (tahanan lain) ada yang sholat dan ada yang sedang olahraga,” terang Djen A Palem kepada Banggai Raya di Mapolsek Luwuk, Rabu (18/5/2022).

Penasaran sekaligus memastikan apakah tujuh pelaku berada di sel tahanan, keluarga korban almarhun Bripda Michael A Palem mendatangi Mapolsek Luwuk, tempat di mana tujuh pelaku penganiaya korban disel, Rabu (18/5/2022).

Keluarga korban yang datang itu sebanyak tujuh orang dan tampak terlihat ayah dari almarhum Michael, Djen A Palem.

Tiba di Mapolsek Luwuk, keluarga korban sedikit berbincang-bincang dengan petugas hingga akhirnya dipersilakan untuk melihat langsung para tahanan yang tengah disel.

Namun saat membesuk untuk memastikan, para tahanan yang berada di dalam sel marah dan tidak senang atas kedatangan keluarga korban. Hingga sempat bersitegang, dan petugas pun meminta agar pihak keluarga meninggalkan lokasi.

“Tidak bisa berargumen, mereka itu lagi setres menjalani masa tahanan. Enam tahun divonis,” cetus petugas kepada keluarga korban, sambil meminta untuk meninggalkan Mapolsek Luwuk.

Menyikapi larangan argumen dari petugas, ayah korban mengatakan, pihaknya datang ke Mapolsek hanya untuk memastikan bahwa para pelaku benar-benar menjalani hukuman.

“Kita (keluarga) ingin melihat langsung, apakah benar semuanya di dalam sel. Karena kemarin saya lihat hanya tiga orang, kalau tidak salah di dalam (sel),” ungkap ayah korban.

Pernyataan itu pun langsung dijawab tegas petugas. “Lengkap. Saya sudah bilang, ada brimob yang jaga,” katanya.

Petugas menegaskan, setiap hari tujuh orang itu lengkap berada di sel tahanan. “Pokoknya setiap hari itu lengkap pak. Jadi setiap harinya lengkap,” tegasnya.

Ketika media ini menanyakan larangan berargumen saat membesuk para tersangka, petugas menegaskan itu tidak bisa. “Tidak bisa, jangan berargumen. Kita mau baku bantah tidak bisa. Mereka (tersangka) itu lagi setres jalani masa tahanan,” tandasnya.

Dikonfirmasi Banggai Raya, orangtua korban yakni Ayah almarhun Bripda Michael A Palem, Djen A Palem mengungkapkan kronologis hingga bersitegang terjadi saat membesuk tahanan.

Menurutnya, ketika membesuk, para tahanan marah-marah sembari berkata, kenapa mengecek-ngecek lagi. Sehingga terjadilah ketegangan dengan pihak keluarga.

Usai melihat para tahanan di Polsek Luwuk, pihak keluarga juga mendatangi Kejari Banggai untuk meminta agar tujuh tersangka dipindahkan ke Lapas.

“Tadi keluarga ada singgah di Kejaksaan, meminta agar segera dipindahkan ke Lapas. Tanggapan Jaksa, mereka minta waktu untuk merapatkan bersama Kajari terkait proses pemindahan,” jelasnya.

Pihak keluarga berharap, tujuh tersangka itu bisa dipindahkan ke Lapas Luwuk. Bahkan, jika tidak dipindahkan, pihak keluarga akan membuat aksi dengan menutup akses jalan di Kintom. (*)

Editor: Sutopo Enteding

Pos terkait