Berprestasi dan Pekerja Keras, Jadi Alasan Emak-emak Beri Dukungan Herwin Yatim

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Bupati Herwin Yatim dinilai sebagai pemimpin yang telah terbukti memajukan masyarakat Kabupaten Banggai. Melalui kerja kerasnya, dukungan pun terus mengalir untuk melanjutkan kepemimpinannya, salah satunya dari kalangan emak-emak.

Hal ini dikatakan langsung oleh Nurul (36 tahun) ibu-ibu pengajian dari Desa Jaya Makmur, Kecamatan Nuhon. Ia mengatakan bahwa prestasi yang diraih Kabupaten Banggai diraih lewat kerja keras dari pemimpin daerahnya.

“Sebagai masyarakat, kita merasa senang dengan apa yang diraih oleh Kabupaten Banggai hari ini. Dari kesehatan, pendidikan, Pinasa, semua optimal dan terasa dampaknya kepada masyarakat. Jadi wajar dipimpin Pak Herwin, Banggai banyak prestasi,” kata Nurul, saat ditemui langsung.

Karena itu menurut Nurul, sudah seharusnya Bupati Herwin Yatim kembali menjabat di periode selanjutnya. Sebab semua capaian yang diraih oleh Kabupaten Banggai, tidak lepas dari pemimpin daerahnya yang bekerja keras.

“Kita butuh pemimpin seperti Pak Herwin, pemimpin pekerja keras dan mengerti apa yang harus dilakukan sebagai pemimpin,” kata Nur, sapaan akrabnya.

Tidak jauh berbeda dengan Nurul, Sriwati (31) ibu-ibu dari Bumiharjo, Kecamatan Moilong, mengungkapkan bahwa keberhasilan Kabupaten Banggai tidak lepas dari jajaran pemerintah daerah yang kompak dan solid untuk membantu masyarakat.

“Ini dibangun oleh Pak Herwin, agar semua perangkat daerah itu bersinergi. Agar setiap program yang dijalankan itu optimal, dan ujungnya mendatangkan prestasi, karena kinerjanya bagus,” ungkap Sriwati.

Sriwati juga menambahkan bahwa karena alasan itu, masih tetap percaya dengan kepemimpinan Herwin Yatim dan akan menjatuhkan pilihannya di pemilihan kepala daerah 2020 kepada Herwin Yatim.

Sementara itu, Bupati Herwin mengatakan bahwa apa yang diraih oleh Kabupaten Banggai hari ini tidak lepas dari peran semua perangkat daerah, perangkat desa dan unsur pimpinan daerah, yang bersama-sama melayani masyarakat.

“Karena menjadi pemimpin itu harus mampu memahami dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Rujab itu Bapak Ibu, sampai jam satu malam baru sepi. Kita terima semua masyarakat, masyarakat mengeluh, bercerita, semua saya dengarkan dan kita cari jalan terbaiknya sama-sama,” ujarnya. (*)

Pos terkait