Berkat Program JKN, Rusni Kini Tidak Cemaskan Biaya Kesehatan

BANGGAI RAYA- Dalam perjalanan menuju pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah membuka pintu bagi banyak orang untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang diperlukan.

Salah satu jalan yang ditempuh untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik adalah dengan dicetuskannya transformasi mutu layanan. Melalui transformasi mutu layanan, harapannya semakin banyak masyarakat yang memperoleh pelayanan yang mudah cepat dan setara.

Rusni Djusman (24), salah satu peserta Program JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan pemerintah Kabupaten Banggai telah merasakan betapa besar manfaat yang diberikan oleh Program JKN kepada dirinya.

Karenanya Rusni selalu memastikan kepesertaannya selalu aktif.
Rusni cukup sering memanfaatkan Program JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya di Puskesmas Masama. Baik hanya sekedar memeriksakan diri untuk sakit ringan maupun berat, terakhir kali Rusni harus dihadapkan pada kondisi dimana sang anak harus mendapatkan pelayanan rawat inap karena mengalami sakit kepala yang hebat.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

“Saya sudah cukup sering menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat di Puskesmas, yang paling saya ingat adalah beberapa waktu yang lalu, anak saya jatuh sakit dengan gejala yang cukup serius. Kami merasa sangat khawatir dan bingung tentang langkah selanjutnya. Namun, kami merasa bersyukur karena memiliki akses ke layanan kesehatan yang terjamin melalui JKN, kami segera membawanya ke fasilitas kesehatan dan dokter merespons dengan cepat,” ungkapnya.

Setelah beberapa pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa anak saya membutuhkan rawat inap untuk pemulihan yang lebih baik. Pada titik ini, peran JKN menjadi sangat penting. Melalui program ini, biaya perawatan rawat inap, dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya. Ini membuat kami semakin tenang dan tidak akan menjadi beban tambahan yang harus kami tanggung.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Ia yang sudah menjadi peserta Program JKN, tidak merasa khawatir atau bimbang mengenai biaya yang akan ditimbulkan karena dirinya yakin semuanya dapat ditanggung oleh Program JKN. Selama mendapatkan pelayanan pun dirinya belum pernah dibebankan biaya tambahan dalam bentuk apapun.

“Selama masa rawat inap anak saya, kami merasakan profesionalisme dan perhatian dari tim medis di fasilitas kesehatan tersebut. Semua layanan yang diberikan, mulai dari perawat, dokter, hingga fasilitas yang nyaman, semuanya sangat memadai. Kami merasa bahwa anak kami dalam perawatan yang baik dan mendapatkan perhatian yang sesuai,” kata Rusni.

Dari pengalaman yang didapatkannya selama menjadi peserta JKN membuat diirnya yakin bahwa Program JKN dapat menjadi solusi atas permasalahan pelayanan kesehatan yang dialami masyarakat, dimana dengan Program JKN, menuurut Rusni masyarakat tidak perlu cemas akan biaya kesehatan yang mahal. Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dalam program ini termasuk di dalamnya BPJS Kesehatan, pemerintah daerah dan faslitas kesehatan yang juga terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program JKN, termasuk pemerintah dan fasilitas kesehatan, atas peran mereka dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada keluarga kami dan masyarakat luas. Kami berharap Program JKN dari BPJS Kesehatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan dengan semakin mudah, serta semoga pelayanan di fasilitas kesehatan yang sudah baik tetap dapat dijaga atau bahkan ditingkatkan, sehingga seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat merasakan pelayanan kesehatan terbaik, ini harapan besar saya sebagai peserta,” tutup Rusni. (*)

Pos terkait