Belajar Online, SMKN 1 Luwuk Terkendala Pulsa Data Siswa

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Dalam menerapkan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online, SMK Negeri 1 Luwuk mengalami kendala adanya sejumlah siswa yang tidak memiliki pulsa data. Kemudian siswa SMKN 1 Luwuk mayoritas berada di luar Kota Luwuk.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Romin Hairun mengaku, kendala pelaksanaan pembelajaran daring atau online, yaitu pulsa data. Banyak siswa mengeluhkan, dan pihak sekolah tidak bisa memaksakan. Terpenting peserta didik bisa ikut daftar hadir.

“Untuk foto copi atau apa saja yang mereka butuhkan, kita telah siapkan di sekolah. Kendala yang perlu sekali, yaitu pulsa data. Anak-anak kita beda dengan SMA, kalau SMA menerapkan zonasi, jadi mungkin siswanya berada di wilayah sekitar sekolah. Tapi, kalau kita bertaburan dari ujung Nuhon, Toili, bahkan ada dari kabupaten lain, seperti Bangkep dan Balut,” kata Romin Hairun kepada Banggai Raya, Jumat (7/8/2020).

Ia mengatakan, menjadi kesulitan guru, yaitu siswa yang tidak memiliki fasilitas. Kemudian guru-guru mau kunjungan rumah, itu menjadi kendala besar. Kalau masih di dalam kota Luwuk, pihak sekolah masih memberikan pembelajaran Luring.

Romin mencontohkan, seperti di Bangkep, itu yang menjadi kendala, bagaimana mau dikunjungi. Akhirnya pihak sekolah memberikan solusi, silahkan siswa mendekati sekolah. Kalau ada waktu, ada kesempatan, mampir di sekolah.

“Selama 6 bulan tidak muncul, itu yang menjadi kendala kita. Guru-guru siap pembelajaran daring. Dengan adanya surat edaran kemarin, jadi semua aksesnya dari sekolah. Hanya itu kasihan, anak-anak mengeluh, kalau kita belajar sesuai jadwal. Kadang-kadang guru yang sudah tidak maksimal lagi. Jadi anak-anak berteriak, dari pagi sampai jam berapa. Beda jadwal kita dengan SD dan SMP, SMK mata pelajarannya banyak, baru jadwal kita sampai pukul 14.00,” ungkapnya.

Menurut dia, tinggal para guru, tadinya 1 ½ jam mungkin tinggal 1 jam, ada 30 menit. Supaya guru lain bisa memberikan pembelajarannya. Kemudian data milik siswa yang dipikirkan, sebagian siswa gunakan via zoom. Kemudian daring menggunakan aplikasi sendiri, yaitu WA. Jadi tugas siswa kirimkan lewat WA.

Semua sudah disediakan untuk membantu pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Ada beberapa siswa yang datang ke sekolah untuk pinjam buku. Bagi siswa kelas XI dan kelas XII pembejaran daringnya sudah bagus.

“Sesuai edaran dari Mendikbud, Kadis Dikbud, Cabdis Wilayah V, target kurikulum bukan itu tujuan kita, dalam masa wabah virus corona ini, kita sudah melaksanakan proses, baru anak-anak kita tuntut. Hanya kendala kita ini adalah siswa baru kelas X, sebab mereka masih kaku dalam pelaksanaaan daring, dengan aplikasi ini. Masih banyak siswa baru yang datang menanyakan ke sekolah,” pungkasnya. RUM

Pos terkait