Belajar di Rumah Diperpanjang

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengeluarkan surat edaran nomor 423.7/165/Dis.Dikbud, tentang pembatalan pelaksanaan ujian nasional (UN) satuan pendidikan SMP, SMA, SMK di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, kebijakan pelaksanaan belajar mengajar (PBM) dan larangan pelaksanaan acara perpisahan di satuan pendidikan.

Pada poin 2, tentang pelaksanaan belajar mengajar (PBM) huruf a, bahwa masa waktu pelaksanaan siswa belajar di rumah untuk satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB diperpanjang sampai dengan tanggal 24 April 2020, dan akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah terkait Coronavirus Disease (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah V Provinsi Sulteng, Abdurrahman Abdillah Y Rumi mengatakan, surat edaran Gubernur Sulteng tersebut menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 4 Tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, dengan mempertimbangkan kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah.

Surat edaran tersebut kata dia, menyampaikan, yaitu ujian nasional (UN) tahun 2020 untuk satuan pendidikan SMP, SMA. SMK di Sulteng, dibatalkan termasuk ujian kompetensi keahlian (UKK) tahun 2020 bagi sekolah menengah kejuruan (SMK). Dengan dibatalkan UN tahun 2020, maka ikut sertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan lebih tinggi. Dengan dibatalkannya UN tahun 2020, maka proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, paket B dan paket C akan ditentukan kemudian.

“Masa waktu pelaksanaan siswa belajar di rumah untuk satuan pendidikan SMA, SMK, SLB diperpanjang sampai dengan tanggal 24 April 2020, dan akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah terkait Covid-19. Untuk satuan pendidikan PAUD, SD, SMP serta satuan pendidikan non formal yang menjadi kewenangan Pemda kabupaten/kota, agar membuat kebijakan tersendiri, namun tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah, maupun Pemprov Sulteng. Kemudian semua komponen warga sekolah agar ikut melakukan pengawasan dan memastikan siswa-siswanya melakukan aktivitas pembelajaran di rumah selama masa waktu yang ditentukan. Untuk ditindaklanjuti,” kata Abdurrahman Abdillah Y Rumi kepada Banggai Raya, Minggu (29/3/2020).

Ia menekankan, pihak sekolah dilarang keras melaksanakan acara Perpisahan, Inaugurasi, Prom Night atau istilah lainnya, bagi siswa-siswa yang tamat atau lulus maupun kenaikan kelas, baik dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah.

Hal-hal lain kata Abdurrahman, agar berpedoman pada surat edaran Kemendikbud nomor 4 tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Nurdjalal melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Djamaluddin Mansoba kepada Banggai Raya mengaku, bahwa Bupati Banggai telah mengeluarkan surat edaran nomor 421/443/Disdik, tentang kebijakan pelaksanaan kegiatan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP di Kabupaten Banggai dalam masa penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Pada poin 5, menyebutkan masa waktu pelaksanaan untuk bekerja dan belajar di rumah, bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP diperpanjang hingga tanggal 24 April 2020, dan akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah terkait dengan Covid-19.

Djamal mengatakan, surat edaran bupati itu menindaklanjuti surat edaran Mendikbud RI nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, dan surat edaran Gubernur Sulteng nomor 423.7/165/Dis.Dikbud, tertanggal 26 Maret 2020.

Makan dengan mempertimbangkan kata dia, faktor kesehatan dan keselamatan bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa yang berada pada jenjang PAUD, SD, SMP di Kabupaten Banggai dalam masa penyebaran Covid-19, sehingga pelaksanaan UN tahun 2020, dibatalkan.

“Ujian sekolah untuk kelulusan. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) mempedomani surat edaran Mendikbud RI nomor 4 Tahun 2020. Guru-guru memberikan materi belajar dan tugas-tugas melalui media online (WA, Facebook, SM, dan lain-lainya) yang dimiliki siswa atau orang tua/wali. Dan jika karena keterbatasan fasilitas alat komunikasi dan akses internet, maka materi dan tugas  dapat diantar langsung ke rumah siswa dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak disaat kunjungan ,” kata Djamaluddin Mansoba.

“Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya, tetap memantau dan melakukan pengawasan serta memastikan bahwa siswa melaksanakan aktivitas belajar di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh,” tambahnya. RUM