Belajar Daring Siswa Madrasah Diperpanjang

  • Whatsapp
Zaenal Abidin

BANGGAI RAYA- Peserta didik madrasah di lingkungan Kementerian Agama sejak tanggal 16 Maret 2020 telah melaksanakan pembelajaran daring atau jarak jauh, di rumah. Belajar daring bagi siswa madrasah di daerah ini diperpanjang sampai dengan tanggal 24 April 2020.

Pembelajaran jarak jauh bagi santri tersebut, sesuai dengan surat edaran Menteri Agama RI nomor SE.2 Tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang penyesuaian sistem kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) pada Kemenag. SE Menag itu ditindaklanjuti Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Tengah, nomor 1753/Kw.22.1/2/KS.00.2/03/2020, tertanggal 17 Maret 2020.

Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Zaenal Abidin kepada Banggai Raya, Selasa (31/3/2020) menyebutkan, belajar daring bagi para santri madrasah diperpanjang kembali sesuai dengan surat edaran Kemenag Banggai nomor B. 30/Kk.22.04/1/HK.00/03/2020, tertanggal 24 Maret 2020, perihal penyampaian surat edaran Menteri Agama RI.

Surat edaran itu kata dia, nomor SE.4 Tahun 2020 tentang perubahan atas surat edaran Menteri Agama RI nomor SE.3 Tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pada Kementerian Agama. 

“Madrasah mengikuti kebijakan pemda dan dinas setempat. Pegawai/guru kerja di rumah, siswa belajar di rumah sampai situasi kondusif disertai surat edaran. Telah disampaikan kepada Kasi Pendis/Penmad dan Kamad, agar tetap mengikuti kebijakan gubernur atau Pemda khusus perpanjangan masa belajar dari rumah. Itu sesuai edaran Dirjen Pendis pada poin 3a, sebagaimana ditindaklanjuti surat Kakanwil nomor Kw.22.4/PP.00/03/2020, tertanggal 26 Maret 2020,” kata Zaenal Abidin.

Ia mengatakan, seluruh satuan kerja harus berpedoman pada surat edaran Menteri Agama tersebut. Pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan dan memprioritaskan  kesehatan, keselamatan pegawai. Dan dimohon kepada seluruh pegawai agar telepon genggam harus aktif selama jam kerja.

Seluruh pegawai Kemenag termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, Administrator, Rektor, Wakil Rektor, Ketua, Wakil Ketua, Dekan atau Pejabat Setingkat Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negara (PTKN), Kepala Madrasah Negeri, Kepala TU Madrasah dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) wajib bekerja di rumah menyelesaikan tugas dan fungsinya masing-masing.

Dalam keadaan mendesak kata dia, pegawai dapat diberikan penugasan ke kantor dengan izin/perintah dari atasan, dibuktikan dengan surat resmi atau bukti lainnya, dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan.

Jika mengharuskan sambung dia, dilakukan rapat atau pertemuan di kantor atau tempat lain yang ditentukan. Rapat hanya diikuti oleh pejabat dan atau staf yang terkait atau diperlukan.  Pertemuan dilakukan dalam waktu yang minimal diperlukan, menjaga jarak aman antar peserta rapat, serta menyediakan dan menjaga ruang rapat atau pertemuan bersih dan memenuhi standar kesehatan. RUM

Pos terkait