Bea Cukai Permudah Pelayanan

BANGGAI RAYA- Kantor Bea dan Cukai Luwuk terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah kerjanya, yaitu Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan Kabupaten Tojo Una Una.

Inovasi tersebut agar mudah diingat, diberi nama RCTI dan Salodik. Singakatan RCTI, yaitu Revenue Colector adalah memungut bea masuk dan keluar serta cukai secara maksimal, Community Protector adalah melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya, Trade Fasilitator adalah memberi fasilitas perdagangan, di antaranya melaksanakan tugas titipan dari industri lain, Industrial Assistance adalah melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri. Sedangkan SALODIK, yaitu Sistem Aplikasi Layanan Online dan Ijin Kepabeanan.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Luwuk, Marsinah mengatakan, dalam melaksanakan fungsi visi misi Bea Cukai, institusinya terbuka dalam membantu masyarakat, demi meningkatkan perekonomian. RCTI dan Salodik merupakan salah satu program Kantor Bea dan Cukai Luwuk.

“Agar dengan mudah menyebutnya. Dalam kondisi seperti ini, perekonomian agak menurun, sementara negara juga butuh pemasukan. Dalam rangka program pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN), kami dari bea cukai, tentunya akan memfasilitasinya,” kata Marsinah kepada Banggai Raya, di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2020).

Misalnya, di Ampana, Kabupaten Touna, pada Jumat (09/09/2020). Bea dan Cukai Luwuk menghadiri pelepasan ekspor langsung biji jagung milik PT. Seger Agro Nusantara (SAN) ke Philipina sebanyak 6.100 MT senilai Rp22 milyar. Berlokasi di Pelabuhan Ekspor Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Toju Una-Una, Sulawesi Tengah.

Keberhasilan ekspor langsung ini merupakan sinergi berbagai pihak dan memberikan apresiasi kepada Bea Cukai Luwuk dalam melaksanakan pendampingan dan memfasilitasi PT. SAN sehingga dapat merealisasikan ekspor jagung langsung dari Pelabuhan Ampana Tete ke Philipina.

Ia mengatakan, Kantor Bea dan Cukai Luwuk, juga menyerahkan langsung NPE (Nota Pelayanan Ekspor) kepada Manajer PT. SAN, Leonel Yogie Wijono. Itu sesuai fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Industrial Assistance, dimana Bea Cukai Luwuk terus memberikan dukungan kepada eksportir untuk mengekspor produknya keluar negeri.

Dia berharap, dengan kegiatan itu, dapat mendorong kesejahteraan petani jagung dan masyarakat pada umumnya, serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi penyemangat untuk terus memperkenalkan produk lokal Indonesia ke dunia internasional.

“Nah, kami membantu, melayani, dan menyiapkan. Kami memfasilitasi izinnya, kemudian menyediakan dokumen-dokumennya, sampai barang ekspornya tadi di terima oleh negara tujuan.  Kami ikut berperan dalam mengekspor barang-barang dalam negeri. Juga ikut dalam membantu giat perekenomian. Apabila warga perlu sekali, semua pelayanan Bea dan Cukai Luwuk terdapat media secara online. Masyarakat bisa membukanya, dan tidak perlu datang ke kantor. Hal itu bertujuan untuk bisa merangkul kebutuhan masyarakat semua,” demikian Marsinah. RUM

54 Pengunjung membaca berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!