BBM Masih Antri, DPRD Banggai Curiga Ada Mainan Mafia

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Meskipun pemerintah telah menaikan harga BBM sejak awal September, namun kondisi antrian kendaraan di SPBU di Kabupaten Banggai masih cukup panjang, khususnya untuk BBM solar subsidi.

Dari amatan di kota Luwuk saja, antrian kendaraan sudah dilakukan sejak sebelum pompa bensin beroperasi pada pukul 08.00 pagi. Bahkan kendaraan berukuran besar seperti truk, sudah mengantri sejak sehari sebelumnya atau terhitung setelah solar yang dijual habis. Kendaraan-kendaraan truk tersebut sudah berjejer di pinggiran jalan dekat SPBU sejak sore, demi bisa mendapatkan antrian awal untuk keesokan harinya.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini menjadi sorotan kalangan DPRD Banggai, sebagaimana disampaikan pada forum rapat kerja yang membahas pengendalian inflasi, Selasa (20/9/2022).

Anggota DPRD Banggai dari Fraksi Gerindra Naim Saleh, mencurigai adanya mafia yang bermain dalam urusan distribusi BBM subsidi. Hal itu bisa dilihat dari adanya penjualan BBM seperti solar dan pertalite dalam ukuran jerigen. Hal ini kata dia, harus jadi perhatian pemerintah daerah, karena fenomena antrian seperti solar, sangat mengganggu kehidupan masyarakat, dan berdampak pada mahalnya harga barang, karena kendaraan pengangkut disibukkan dengan urusan antri beli BBM.

Kecurigaan adanya permainan juga disampaikan H Samiun, anggota DPRD dari Fraksi PKS.

Ia melihat adanya keanehan, sebab antrian panjang kendaraan yang hendak membeli BBM subsidi, hanya terlihat di SPBU di Sulteng, sementara di Sulsel tidak ada kondisi tersebut. “Ada apa sampai antrian panjang terus terjadi di Sulteng dan Kabupaten Banggai khususnya, sementara di Sulsel tidak ada fenomena tersebut. Pasti ada sesuatu ini,” tutur Samiun.

Ketua DPRD Banggai Suprapto berharap, pemerintah daerah bisa serius mengurusi masalah, termasuk soal distribusi BBM subsidi. Karena kondisi tersebut sangat berpengaruh pada naiknya biaya transportasi, dan selanjutnya memicu naiknya harga barang.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menaikan harga BBM solar subsidi dari harga semula Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, pertalite dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per liter dan pertamax (non subsidi) dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Dari amatan media ini Rabu petang (21/9/2022), antrian kendaraan yang hendak membeli solar sudah terlihat di SPBU di Jalan MT Haryono Luwuk, padahal SPBU sudah tutup dan baru akan dibuka kembali pada Kamis pagi. Kondisi ini sudah terjadi sejak sebelum naiknya harga BBM. DAR