Bawaslu Banggai Identifikasi Dugaan Mobilisasi ASN, Keberpihakan Kades dan Politik Uang di Pemilu

BANGGAI RAYA-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Banggai mengidentifikasi sejumlah model dugaan pelanggaran pemilu di daerah beribukota Luwuk itu.

Ketua Bawaslu Banggai Ridwan saat membuka rakor fasilitasi dan pembinaan penanganan pelanggaran, yang diikuti seluruh anggota dan sekretariat Panwascam dari 23 kecamatan, Sabtu (27/1/2024) di Swissbelinn Hotel Luwuk mengatakan, sampai saat ini Bawaslu baru menangani 1 pelanggaran pemilu dan 3 pelanggaran administrasi pemilu.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, Masjid An Nuur Luwuk Sembelih 11 Ekor Sapi Kurban

Pada pemilu sebelumnya kata Ridwan, Bawaslu pernah memproses puluhan kasus pidana pemilu.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan pemetaan dan identifikasi, ada sejumlah model dugaan pelanggaran pemilu, antara lain mobilisasi ASN dan pengumpulan KTP,
keberpihakan kepala desa,
politik uang dan isu tertentu.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

Karenanya kata dia, Bawaslu Banggai akan menyampaikan sejumlah strategi pada panwascam, terkait langkah yang dilakukan guna menekan pelanggaran pemilu dan mempersempit ruang gerak pelaku pelanggaran.

Ia memberi contoh seperti kasus pelanggaran di pemilu sebelumnya, seperti mobilisasi beras untuk dibagikan kepada pemilih, ujaran kebencian dan sebagainya. Bahkan di tahun 2020 kata dia, ada contoh pelanggaran pemilu yakni KPPS memberi tanda di surat suara.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, Masjid An Nuur Luwuk Sembelih 11 Ekor Sapi Kurban

Ridwan menegaskan, patroli pengawasan harus berjalan efektif agar kita mampu menciptakan pemilu yang demokratis.

“Pengawas akan mengawal hak konsitusi warga negara. Karenanya, saya minta seluruh elemen Panwascam menjaga marwah lembaga,” tandasnya. DAR

Pos terkait