Baru Dibangun, Plafon SMAN 1 Luwuk Ambruk

BANGGAI RAYA- Plafon ruangan kantor salah satu gedung milik SMAN 1 Luwuk, ambruk. Padahal, plafon itu baru dibangun pertengahan tahun 2019. Artinya, plafon itu belum berusia setahun. Program pembangunan fasilitas pendidikan itu didanai APBN. Anggaran totalnya mencapai Rp1.920.000.000.

Kepala SMAN 1 Luwuk, Muhammad Syamsir mengaku, hanya plafon saja yang ambruk. Atas kerusakan itu, Syamsir telah menghubungi penanggung jawab pelaksanaan pembangunan gedung sebelumnya, untuk segera diperbaiki.

“Hanya plafon saja. Saya tidak terlalu tahu ini, karena pelaksanaannya masih kepala sekolah lama, nanti konfirmasi beliau. Sampai saat ini belum diserah terimakan,” aku Muhammad Syamsir kepada Banggai Raya, Senin (15/6/2020).

Ia mengaku pula bahwa sampai saat ini belum ada berita acara serah terima (BAST) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada pihak sekolah.

Bangunan gedung tersebut belum masuk aset sekolah, karena belum diserahterimakan. Dan itu belum di input ke Dapodik dan aset oleh pihak sekolah.

Sementara itu, mantan Kepala SMAN 1 Luwuk, Hj. Faika Alsan saat dikonfirmasi Baggai Raya mengatakan, seharusnya Kepala SMAN 1 Luwuk yang baru punya hak jawab. Sebab, bangunan-bangunan yang ada di sekolah tersebut, termasuk gedung baru menjadi tanggung jawabnya.

“Saya selaku penanggung jawab pembangunan sudah selesai. Sebenarnya tugas saya sudah selesai, setelah pembangunan tersebut selesai dikerjakan,” bantah Hj. Faika Alsan.

Menurut dia, pekerjaan renovasi sudah diterima oleh pihak Direktorat PSMA, hanya BAST (berita acara serah terima) yang belum ada. Mungkin sampai saat ini, dikarenakan kondisi yang tidak normal, adanya pandemi Covid-19, pegawai Direktorat PSMA bekerja di rumah, sehingga yang mengakibatkan BAST belum dikirimkan ke SMAN 1 Luwuk.

“Pekerjaan tersebut sudah selesai. Sesuai dengan bantuan tersebut dan sudah diterima oleh pihak pemberi bantuan, dalam hal ini Direktorat PSMA Kemendikbud. BAST itu berisi tentang penyerahan pekerjaan dari penanggung jawab pembangunan kepada pihak pemberi dana, yaitu Direktorat PSMA,” cetusnya.

Mengenai plafon yang roboh tekannya, itu disebakan salah satunya faktor alam. Hal itu sudah sempat disampaikannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jawaban kementerian bahwa pembangunan tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga, maka ada masa garansi. Namun karena swakelola pihak sekolah, maka tidak ada masa garansi. Sehingga pemeliharaannya adalah tanggung jawab sekolah dalam hal ini SMAN 1 Luwuk.

“Pihak Inspektorat Jenderal (Kemendikbud) sudah mengaudit langsung dengan mengirimkan tim auditor ke sekolah tentang pelaksanaan pembangunan renovasi tersebut. Alhamdulillah tidak ada masalah, malah dapat apresiasi,” ujarnya.

Memang kata dia, dengan dana Rp2 miliar hanya bisa membangun sampai di situ. Sesuai dengan keadaan pembangunan sekarang.

“Itu bahasa dari tim auditor yang turun langsung memeriksa kondisi bangunan tersebut. Hitungan tim teknis di depan tim auditor pembangunan tersebut bisa selesai dengan sempurna, jika dana yang digunakan kurang lebih Rp4 miliar,” demikian Hj. Faika Alsan. RUM

155 Pengunjung membaca berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!