Baru 40 Persen, Pemkab Banggai Genjot Percepatan Vaksinasi

  • Whatsapp
RAPAT Koordinasi Penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Bupati Banggai Amirudin Tamoreka. FOTO: HUMAS

BANGGAI RAYA- Pemerintah Kabupaten Banggai terus berupaya mendorong percepatan vaksinasi agar aktivitas masyarakat dan perekonomian masyarakat bisa kembali pulih dan normal. Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka berharap, agar percepatan vaksinasi terus dilakukan. “Saya berharap capaian vaksinasi di Banggai bisa mencapai 50 persen bahkan lebih di tanggal 7 sampai 8 Desember nanti,” pinta Bupati Amirudin saat memimpin Rakor Penanganan Covid 19 di Ruang Rapat Khusus Kantor Bupati Banggai, Selasa (23/11/2021).

Hingga 23 November, capaian vaksinasi di Kabupaten Banggai baru mencapai 40 persen untuk vaksinasi tahap satu dan  20 persen untuk capaian vaksinasi tahap dua, dari total target 263.494 orang.

Bacaan Lainnya

Untuk mendorong percepatan vaksinasi, sejumlah langkah terus dilakukan. Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai, Alfian Djibran mengungkapkan berbagai kebijakan akan diterapkan untuk mendorong percepatan vaksinasi. “Untuk percepatan vaksinasi dilakukan hal-hal strategis, yakni untuk pelayanan administrasi perkantoran baik instansi pemerintah maupun swasta dan instansi vertikal, diwajibkan memperlihatkan sertifikat vaksin agar bisa dilayani. Melakukan percepatan vaksinasi di setiap kecamatan yang di-suport oleh unsur terkait,” katanya.

Bagi kecamatan yang capaian vaksinasi masih rendah untuk segera melaksanakan vaksinasi secara massal dengan target-target yang ditetapkan per hari  bisa meningkat dengan dratis.

“Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan melibatkan tokoh agama. Selain itu, vaksinasi dilakukan dengan jemput bola ke rumah-rumah ibadah,” ungkapnya.

Untuk vaksinasi bagi pelajar sambung Alfian, perlu keterlibatan pro aktif Dinas Kependidikan  dan UPT wilayah V. “Kepada orangtua agar dapat mengizinkan anaknya untuk vaksinasi.Karena tujuan vaksinasi untuk kekebalan dan menjaga penyebaran Covid,” ungkapnya.

Berikutnya tenaga kependidikan, guru, tata usaha dan tenaga pendidik lainnya di lingkungan sekolah wajib divaksin. “Bilamana ada guru atau tenaga pendidik yang belum divaksin untuk istrahat dan tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan sekolah. Bagi kepala sekolah yang tidak mengizinkan vaksinasi di sekolah menjadi evaluasi dan penilaian terhadap kinerja,” terangnya. (*)

Penulis: Zainuddin Lasita

Pos terkait