Banggai Kirim 80 Sampel Swab Nakes

BANGGAI RAYA- Tren atau perkembangan positif virus Corona di Kabupaten Banggai beberapa hari ini mengalami peningkatan yang sangat tajam. Betapa tidak, dalam tiga hari yakni 16-18 Oktober 2020, Kabupaten Banggai mencatat 35 kasus baru. Sehingga total secara keseluruhan saat ini kasus covid tembus mencapai 85 kasus.

Dari 85 kasus itu, 47 orang saat ini tengah isolasi mandiri, 36 sembuh dan 2 meninggal dunia. Berbagai upaya dilakukan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam kepada Banggai Raya, Minggu (18/10/2020) mengatakan, dari 35 kasus baru itu terdapat 12 tenaga medis RSUD Luwuk.

“Saat ini kita juga masih menunggu hasil 70-an sampel swab. Kita belum bisa prediksi kapan hasilnya keluar, karena saat ini kasus mengalami lonjakan yang tinggi. Bahkan itu pun ada sampel yang dikirim ke Makassar,” ujar Nurmasita Datu Adam.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Banggai Hadiri Rakor PKK Provinsi Sulteng

Puluhan sampel swab itu kata Nurmasita, adalah hasil rapid tes massal di OPD beberapa hari lalu. Kemudian ada juga dari perpajakan dan perbankan. “Untuk rumah sakit, ini hari kita ambil sampel. Iya, hari ini (kemarin, Red) kita kirim khusus rumah sakit sekitar 80 sampel swab Nakes,” katanya.

Saat ini kata Nurmasita, Tim Satgas terus melakukan tracing atau penelusuran kontak covid. “Sekarang kasusnya tinggi, karena memang kita cari. Kita tracing, tapi semoga kedepan ketika kasus ini turun, sudah tidak ada lagi kasus covid,” harap Nurmasita.

Lebih lanjut, untuk sampel swab yang dikirim rata-rata mereka reaktif rapid tes dan juga kontak langsung dengan pasien. Ketika rapid tes awal hasilnya reaktif, maka akan dirapid tes yang kedua. Jika hasilnya masih juga reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan swab.

BACA JUGA:  Lima Mahasiswa Unismuh Luwuk Ikuti ONMIPA-PT Tingkat LLDIKTI XVI, Ini Daftar Namanya!

Selain reaktif rapid tes,orang yang bergejala juga menjadi perhatian utama dalam tindakan atau pengambilan sampel swab. Salah satu gejala itu adalah hilangnya indra penciuman dan perasa makanan. “Jadi kalau bergejala seperti itu, biar lagi non reaktif tetap kita swab. Karena sekarang kebanyakan seperti itu gejalanya,” jelas Nurmasita.

UPAYA YANG DILAKUKAN

Dengan semakin tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Banggai, beberapa upaya yang terus dilakukan Satgas Covid untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

“Pertama Protokol Kesehatan (Prokes) harus tetap dijalankan. Kedua, yang kontak langsung dengan terpapar kita lakukan tracing. Ketiga, kita membatasi kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” kata Nurmasita.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

Selain itu, Tim Satgas juga memperketat perbatasan baik jalur darat maupun pelabuhan. Di mana semua pelaku perjalanan yang akan masuk ke Kabupaten Banggai wajib mengantongi hasil non reaktif rapid tes.

“Kamu juga bekerjasama dengan beberapa klinik swasta untuk menjalankan aturan ini. Kalau didapati yang reaktif, kita akan skrining. Kalau hasilnya kembali reaktif, maka lanjut swab,” tuturnya.

Sementara untuk tempat isolasi atau karantina, saat ini Tim Satgas berencana kembali menggunakan Gedung BKPSDM. “Kemarin hari jumat kita coba kunjungi beberapa hotel dan Losmen untuk tempat isolasi, tapi hotel tidak mau. Kita ingin semuanya bisa diisolasi di satu tempat. Jadi kemungkinan BKPSDM akan dibuka kembali. Untuk saat ini, sementara diisolasi di rumah dengan pemantauan Puskesmas,” pungkasnya. JAD