Bahas Anggaran Covid-19, Dewan Ngotot Rapat Tatap Muka

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Rapat pembahasan anggaran penanganan Covid-19 alias Virus Corona antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemda Banggai yang digelar melalui telekonferensi pada Senin (6/4/2020) ditunda. Rapat itu akan kembali dilaksanakan pada Rabu (8/4/2020).

Penundaan rapat tersebut, dikarenakan sejumlah anggota Banggar DPRD Banggai tidak ingin rapat pembahasan anggaran penanganan covid-19 itu dilaksanakan melalui telekonferensi.

Alasannya, mereka (Anggota Banggar) menilai rapat pembahasan anggaran penanganan covid-19 melalui telekonferensi tidak berjalan dengan efektif. Mereka pun meminta agar rapat itu ditunda dan akan dilaksanakan kembali secara tatap muka.

Anggota Banggar DPRD Banggai, Sukri Djalumang mengatakan, terkait dengan pembahasan anggaran penanganan covid-19, hendaknya dilakukan secara tatap muka. “Sebab, ada hal-hal yang perlu kita ketahui bersama dengan jelas dan secara detail sumber anggaran yang dialihkan ke penanganan covid-19. Olehnya, kami harap rapat ini digelar melalui tatap muka,” ujar politisi Nasdem itu.

Hal serupa juga disampaikan anggota Banggar DPRD Banggai lainnya. Seperti halnya Irwanto Kulap. Politisi Golkar ini, juga meminta agar pembahasan anggaran penanganan covid-19 dilaksanakan di DPRD Banggai dengan melihat prosedur standar pencegahan covid-19.

Sementara itu, Ketua Banggar DPRD Banggai, Suprapto mengatakan, jika pembahasan anggaran penanganan covid-19 ini melalui telekonferensi tidak akan berjalan dengan efektif. “Sebab, kami tidak didukung ketersediaan data terkait dengan perubahan anggaran,” ujar politisi PDIP itu.

Selain itu lanjut Suprapto, dewan juga ingin mengetahui dari mana saja sumber anggaran yang dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Kami serius dengan penanganan covid-19 ini. Kalau boleh anggaran untuk penanganan covid-19, bisa sampai Rp50 miliar,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua TAPD Pemda Banggai, Abdullah Ali mengatakan, sebenarnya prosedur terkait dengan pelaksanaan rapat itu diinstruksikan harus melalui telekonferensi.

“Hanya saja, karena keinginan Banggar DPRD Banggai seperti itu, maka kami akan mengiyakan untuk mengikuti rapat melalui tatap muka,” tuturnya.

Perlu diketahui, terkait anggaran penanganan covid-19 yang telah disediakan untuk tahap pertama sebesar Rp4,5 miliar. Dan tahap kedua sebesar Rp25 miliar. “Untuk anggaran tahap pertama ini sudah kami laporkan ke pusat. Tinggal anggaran sebesar Rp25 miliar yang belum kami laporkan. Dan batas waktu yang diberikan oleh Mendagri sampai pada Kamis 9 April 2020. Olehnya, kami harap rapat ini segera rampung agar segera dilaporkan ke Mendagri,” paparnya.

Rapat itu pun melahirkan kesimpulan, bahwa akan dilanjutkan pada Rabu 8 April secara tatap muka di kantor DPRD Banggai. URY

Pos terkait