Alquran Institute, Dari Kafe Berubah Jadi Tempat Kajian Islam

FENOMENA perubahan fungsi gedung cukup menyedot perhatian publik. Tempat diskotik misalnya, tiba-tiba berubah menjadi masjid. Di berbagai belahan bumi, fakta demikian terungkap. Di Luwuk, rupanya juga ada. Ya, masih ingat Kafe Loope yang terletak di Kelurahan Maahas? Kini, beralih fungsi menjadi tempat kajian Islam terintegrasi, ada masjid, ada kedai, ada pula program kajian keislaman. Saya berkesempatan diundang saat pembukaan awal lembaga Alquran Institute.

OLEH: SUTOPO ENTEDING

Jumat (4/9/2020), waktu menunjukkan Pukul 15.30 Wita, anak-anak usia belia riuh turun dari tangga lantai dua di lembaga Alquran Institute. Rupanya, mereka baru saja melaksanakan Ibadah Salat Ashar.

Gedung Alquran Institute berlantai dua. Di lantai dua itulah masjid. Masjidnya bernama Darussalam. Darussalam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna tiga. Pertama, alam kesejahteraan, kedua alam atau negeri yang aman dan ketiga, surga yang ke-7.

Sementara di lantai satu, terdapat kedai yang diberi nama Kedai Thoyyib. Di sisi kanan dan kiri kedai itu disediakan semacam ruang khusus dilengkapi kursi dan meja serta difasilitasi pendingin udara.

Di ruang inilah tempat kursus atau pelatihan. Kursus Bahasa Arab, kursus Bahasa Inggris serta tempat belajar mengkaji ekonomi Syariah.

Direktur Alquran Institute, Iswan Kurnia Hasan ketika berbincang dengan Banggai Raya menjelaskan terkait lembaga tersebut.

Alquran Institute ini urai Iswan, terintegrasi. Kenapa terintegrasi? Sebab, di tempat itulah cukup banyak kegiatan dan fasilitas yang dapat dijadikan tempat bercengkrama. Ya, masjid tersedia, menikmati makanan dan minum halal serta menyehatkan dan tempat menimba ilmu Islam. “Intinya di Alquran Institute adalah amal yang terintegrasi buat umat,” ungkapnya.

Paling tidak ada enam program yang dikelola Alquran Institute. Pertama, Masjid Daarussalaam sebagai pusat kajian Islam. Setiap minggunya ada lima kajian tetap.

Iswan, pria lulusan Universitas Alazhar Kairo, Mesir ini menjamin, kualifikasi tim pengajar yang memberi materi di berbagai program kajian Alquran Institute. Tim pengajar sebut Iswan, ada dari strata satu sampai strata tiga. Gabungan lulusan dari universitas dalam negeri, universitas di Timur Tengah dan universitas di Eropa. Pengajar Bahasa Inggris adalah mahasiswa strata dua di Jerman

Kedua, dakwah digital melalu website, youtube, facebook dan instagram.

Ketiga, pelatihan dan bimbingan. Alquran Institute menyediakan pelatihan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika dan Ekonomi Syariah Terapan.

Nah, untuk pelatihan dan bimbingan ini kata Iswan, warga yang berminat mengikutinya bisa mendaftar diri. Bahkan, membayar seikhlasnya sesuai dengan kemampuan, berdasarkan tiga prototipe jenis pembayaran.

Keempat, Rumah Alquran untuk tahsin tilawah dan tahfidz. “Sejak umur anak-anak sampai dewasa. Sekalian kita juga menyiapkan sertifikasi pembacaan Alquran yang baik dan benar berdasarkan riwayat Hafs‘an Ashim,” jelas Iswan.

Kelima, Kedai Thayyib dengan konsep makanan yang halal dan thayyib sesuai dengan bahasa Alquran. Yaitu, makanan yang menyehatkan. Sehingga, kedai thayyib lebih banyak menawarkan minuman menggunakan madu pengganti gula. Dan makanan Arab tanpa penyedap rasa dengan kualitas rasa original. “Ada semua varian makanan Arab, seperti kabuli, mandi, kabsyah dan biriani,” urainya.

Keenam, travel haji dan umrah. “Kedepan kita berharap bisa menggarap konsep wisata halal dan alami Kabupaten Banggai yang bisa menarik wisatawan muslim dari Eropa dan Amerika. Atau dari Timur Tengah,” ujar Iswan.

Ada pula kajian rutin dan cerita Islami yang dikelola Alquran Institute. Setiap Jumat setelah Salat Isya misalnya, ada program namanya Cerita Sahabat. Sabtu setelah Isya khusus akhwat yaitu cerita sahabat wanita.

Hari Ahad setelah Salat Magrib, ada program yang diberi nama kajian sirah. Senin setelah Salat Magrib, ada program bernama kajian hadits.

Hari Selasa usai Salat Magrib disediakan program kajian tematik. Program kajian temati itu digelar pula di hari Rabu setelah Salat Magrib pula. Di hari Kamis setelah Salat Magrib, lain lagi programnya. Yakni, kajian Tafsir Surat Yasin.

Kedai Thayyib menyediakan menu berbuka puasa Senin dan Kamis. Tentu menu makanan dan minumannya halal dan pasti menyehatkan.

Harapannya sebut Iswan, setahun ke depan, Alquran Institute akan menjadi lembaga formal pendidikan jenjang sekolah tinggi yang menyiapkan sumber daya manusia lokal Banggai, bisa berkiprah di kancah nasional bahkan internasional, dengan biaya yang sangat murah dan terjangkau

Anda tertarik untuk mencicipi hingga belajar ilmu keislaman? Kunjungi Alquran Institute, alamat Jalan Dr. Moh. Hatta, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan atau eks Loope Kafe.

Ah, saya pun tertarik ingin menikmati kajian sekaligus sajian menu makanannya. Anda juga kan? ***

172 Pengunjung membaca berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!