Aliansi Mahasiswa Family Banggai Bantu Warga Gorontalo Terdampak Banjir

  • Whatsapp
MAHASISWA dari aliansi mahasiswa Family Banggai menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Aliansi Mahasiswa Family Banggai yang berasal dari dua kabupaten yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut (Balut) menunjukan kepedulian terhadap warga Kabupaten Gorontalo yang terdampak banjir.

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi ini merupakan anggota dari organisasi daerah atau paguyuban yaitu Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan (KPMI-Bangkep) dan Keluarga Mahasiswa Indonesia Banggai Laut (KMI-Balut).

Bacaan Lainnya

Meskipun kedua organisasi ini dari ujung timur Sulawesi, tapi melihat situasi yang terjadi di provinsi Gorontalo khususnya di Desa Tilote, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo membuat mahasiswa tidak tinggal diam.

Yah, dua organisasi daerah itu ikut andil dalam melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana pada 13-14 November 2021. Setelah dana terkumpul, ditindaklanjuti dengan proses pendistribusian sembako hasil penggalangan dana. Pendistribusian ini dilakukan pada Selasa (16/11/2021).

Penyaluran sembako ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Tilote, bahkan mereka ikut membantu proses pendistribusian sembako tersebut. Meskipun proses pembagian sembako cukup sulit, mahasiswa  rela basah-basahan untuk menyalurkan bantuan yang ada. Sebanyak 70 lebih KK yang sangat membutuhkan bantuan.

Menurut warga setempat, Iman Ismail dan Ronal yang turut membantu mahasiswa dalam penyaluran bantuan itu mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Tilote ini berasal dari buangan banjir Limboto dan Isimu. Jadi, semua air  kiriman menggenang di Desa Tilote.

Untuk menunggu banjir kiriman itu kering kata warga, membutuhkan waktu selama satu tahun dan paling cepat 4 atau 5 bulan.  “Jadi memang masyarakat Desa Tilote khusus di dusun 4 itu lagi menderita sekali tempat tidur yang tidak nyaman adapun proses perdagangan sudah semakin susah dikarenakan hal yang melanda mereka,” sebut mahasiswa.

Menurut pengakuan warga, sudah beberapa tahun terjadi banjir namun tindaklanjut pemerintah baik itu di tingkat desa maupun daerah belum mampu mengatasinya. Minimal adanya bantuan sembako untuk mencukupi selama 1 tahun dan alat transportasi dari pemerintah seperti perahu.

Terkait kondisi ini, Aprianto Adrin selaku Ketua umum KMI-Balut berharap, hal ini bisa menjadi perhatian bagi semua elemen. “Bahwasanya Desa Tilote sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua,” katanya.

Seperti yang disampaikan warga setempat kata Aprianto, banjir yang menerjang desa itu akan surut dalam waktu yang begitu lama sekali. “Harapannya kami semoga hal ini bisa menjadi perhatian untuk kita semua khususnya kepada pemerintah kabupaten untuk bisa membantu masyarakat Desa Tilote,” harapnya.

Sementara itu, Ketua umum KPMI-Bangkep, Aswir Pesak mengatakan, Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo harus cepat tanggap dalam mengatasi banjir yang melanda masyarakat di desa itu.

“Karena masyarakat lagi sangat membutuhkan bantuan fasilitas yang banyak untuk mencukupi kebutuhan selama 1 tahun . Perlu adanya rehabilitasi tempat pembuangan air agar supaya masyarakat Desa Tilote lebih ringan lagi menghadapi bencanabanjir setiap tahun ini,” harapnya.

“Semoga dengan adanya bantuan sembako dari kami mahasiswa Banggai Kepulauan dan mahasiswa Banggai Laut, dapat lebih meringankan beban masyarakat desa Tilote dan semoga bermanfaat. Semoga Pemerintah Kabupaten Gorontalo bisa lebih memprioritaskan Desa Tilote,” harapnya lagi. (*)

Penulis: Jajad/*

Pos terkait