Aktivitas PT. Dahatama Ancam Keselamatan Warga

  • Whatsapp
RAPAT penyelesaian permadalahan antara masyarakat Lobu dan PT. Dahatama Adhy Karya. FOTO: HUMAS PEMKAB BANGGAI

BANGGAI RAYA- Aktivitas penebangan kayu oleh PT. Dahatama Adhy Karya menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kecamatan Lobu. Selain diduga telah melakukan kerusakan lingkungan, perusahaan dinilai telah mencemari sungai Lobu dan sangat berdampak terhadap keselamatan khususnya pemukiman masyarakat di bantaran sungai Lobu.

Menyikapi permasalahan dan aduan masyarakat Lobu tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai mengambil langkah menggelar rapat dengan menghadirkan perwakilan masyarakat. Rapat dipimpin Asisten II Setda Banggai, Alfian Djibran, sebagai tindaklanjut atas surat hasil rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Banggai.

Bacaan Lainnya

Alfian mengatakan, rapat bertujuan untuk mengetahui aktivitas PT Dahatama Adhy Karya, baik dalam penebangan kayu maupun kegiatan reboisasi pada lokasi yang rusak akibat dari kegiatan penebangan kayu.

Selain itu, untuk mengetahui pengelolaan lingkungan yang dilakukan pihak perusahaan sesuai izin lingkungan yang berdasarkan dokumen Amdal yang dimiliki, serta untuk mengetahui penyebab kerusakan lingkungan yang telah mencemari sungai Lobu.

Seperti diketahui sebelumnya, pada tanggal 7 Oktober 2021, telah dilakukan RDP oleh Komisi II DPRD Banggai yang dihadiri oleh Ketua Komisi II, Kadis DLH, Asisten II, Kepala Bagian SDA Setia Banggai, Camat Lobu, perwakilan PT Dahatama Adhy Karya dan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan.  Dari hasil RDP terbitlah surat DPRD Kabupaten Banggai Nomor: 900/640/DPRD tanggal 12 Oktover perihal penyampaian hasil RDP Komisi II DPRD Banggai. Surat tersebut menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Banggai untuk segera melakukan langkah-langkah kongrit dalam penyelesaian permasalahan dimaksud. Permasalahan itu yakni Pemerintah Kabupaten Banggai agar meninjau kembali izin lingkungan (AMDAL) PT Dahatama Adhy Karya di wilayah Kecamatan Lobu dan Bunta yang aktivitasnya telah berdampak buruk terhadap masyarakat.

Kepada pihak perusahaan PT Dahatama Adhy Karya untuk tidak melakukan operasi di daerah bantaran anak sungai yang bermuara ke sungai Lobu sesuai ketentuan yang berlaku.

Agar pemerintah Kabupaten Banggai memediasi pertemuan antara pihak terkait dengan pihak perusahaan untuk mencegah dampak buruk lingkungan terhadap masyarakat.

Kepada pihak perusahaan PT Dahatama Adhy Karya untuk segera melakukan normalisasi sungai Lobu dan sekitarnya, melakukan reboisasi hutan yang telah rusak, serta tidak melakukan aktivitas penebangan di daerah aliran sungai. (*)

Penulis: Zainuddin Lasita

Pos terkait