Akses Menuju Pasar Simpong Luwuk dari Arah Jole Terbatas, ‘Jembatan Miring’ Jadi Ramai Pengguna

BANGGAI RAYA-Menjelang pelaksanaan pekerjaan pembangunan Pasar Simpong Luwuk, khususnya di bangunan yang terbakar beberapa tahun lalu, sejumlah akses masuk pasar tradisional itu mulai dibatasi, terutama di jalur jalan pantai.

Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Tim Penataan Pasar Simpong telah memasangi pagar seng yang pada waktu-waktu tertentu tertutup rapat. Seperti di atas jembatan pembatas Kelurahan Jole dan Simpong yang berada di pinggiran pantai.

BACA JUGA:  Dukung Penanganan Stunting, Pertamina EP DMF Berikan Bahan Pokok Penting untuk Balita Risiko Stunting

Akibatnya, banyak warga dari arah Karaton dan Jole yang hendak ke dalam pasar, terpaksa memanfaatkan jembatan kayu yang sudah dimiring. Jembatan kayu itu posisinya sekira 50 meter dari jembatan beton, dan langsung terhubung dengan pasar ikan.

BACA JUGA:  Tambah 2 Tahun, 250 Kades dan 1.400 Anggota BPD di Banggai Segera Dikukuhkan, Ini Jadwalnya!

Warga yang hendak belanja, memanfaatkan jembatan miring itu sebagai alternatif, saat akses lewat jembatan beton ditutup. Meski kondisi jembatan sangat memprihatikan karena sudah miring dan sebagian lantai jembatannya sudah tidak ada, namun jembatan kayu itu dianggap bisa menjadi jalur yang memudahkan untuk masuk pasar dari arah Jole dan Karaton.

BACA JUGA:  Dukung Penanganan Stunting, Pertamina EP DMF Berikan Bahan Pokok Penting untuk Balita Risiko Stunting

“Mudah-mudahan tidak roboh, agar masih ada jalan alternatif ke pasar,” kata warga. Sebab kalau tidak ada jembatan miring itu dan akses di jembatan beton ditutup, maka warga harus memutar menuju persimpangan Masjid Simpong di jalan poros, sebagai akses masuk pasar. DAR

Pos terkait