Akper Resmi Bergabung Dengan Poltekkes Palu

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Akademi Keperawatan (Akper) Luwuk resmi bergabung dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palu. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 183/M/2020 tentang izin pembukaan program studi di luar kampus utama yang diselenggarakan oleh Polteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu, di Kota Palu.
Direktur Akper Luwuk, Dr. Yustiyanty Monoarfa,SP.,M.Kes mengatakan, dengan resminya bergabung ke Poltekkes Palu, maka saat ini Akper menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kabupaten Banggai.
“Kita masih buka Prodi Keperawatan, Insya Allah kedepan bisa bertambah kita buka prodi-prodi lain, mungkin kebidanan, dan Prodi Gizi,” ujar Dr. Yustiyanty Monoarfa kepada Banggai Raya, Jumat (6/3/2020) di ruang kerjanya.
Setelah resmi bergabung dengan Poltekkes Palu, maka tahun ini kampus tersebut sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2020/2021. Hanya saja kata Yustiyanty, pihaknya masih menunggu instruksi dari Poltekkes Palu.
“Jadi namanya, Poltekkes Kemenkes Palu Prodi Keperawataan. Iya, Alhamdulillah sudah resmi bergabung, perjuangan yang cukup lama,” katanya.
Mendapatkan persetujuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk bergabung dan membuka prodi di luar kampus utama kata dia, ini merupakan perjuangan cukup luar biasa. “Sepeninggalnya almarhum (Sutanto Hambali), itu sempat kosong. Tidak bisa beraktivitas apapun. Kemudian saya di-SK-kan pada bulan Oktober. Saya bulak balik urus persyaratan, terutama terkait penyerahan aset,” terangnya.
Kemudian sambung Yustiyanty, saat ini pihaknya akan melakukan rapat dan mendata semua aset yang ada di Akper Luwuk untuk dilaporkan ke Poltekkes Palu. “Berapa alat labolatorium, perpustakaan, semua kita akan laporkan. Nanti kalau ada yang kurang, maka akan menjadi perhatian Poltekkes Kemenkes Palu,” tuturnya.
Sementara untuk tenaga pengajar atau dosen kata dia, Akper Luwuk sudah cukup memadai yakni 12 dosen. “Kami berharap, dengan bergabungnya ke Poltekkes Palu ini, kami bisa meluluskan perawat-perawat yang memiliki komptensi tidak kalah dengan alumni lain. Apalagi kita, di awal-awal uji kompetensi itu, alumni Akper merupakan terbaik kedua di Indonesia. Dan sekarang dengan bergabungnya kita ke Poltekkes Palu, bisa lebih meningkatkan kompetensi aumni,” harapnya. JAD

Pos terkait