Akhiri Masa Jabatan, Farid Beberkan Capaian Unismuh Luwuk

BANGGAI RAYA- Masa jabatan Dr. Farid Haluti selaku Rektor Unismuh Luwuk, resmi berakhir pada tanggal 28 Juni 2020. Dan Senin kemarin, posisinya telah diganti oleh Sutrisno K Djawa sebagai rektor masa bakti 2020-2024.

Di acara Pelantikan Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Farid Haluti membeberkan capaian-capaiannya selama delapan tahun menjabat atau selama dua periode.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal tentang kondisi Unismuh Luwuk di tahun 2020. Alhamdulillah hari ini, adalah hari terkahir saya menjabat di periode kedua,” ujar Dr. Farid Haluti dalam sambutannya.

Sampai saat ini kata Farid, Unismuh Luwuk memiliki 15 prodi dan di masa jabatannya, ia mampu menambah tiga prodi baru. Yakni prodi Biologi, Bahasa Inggris dan PIAUD. Semoga dengan adanya rektor baru ini, diharapkan dapat melahirkan prodi-prodi baru ke depannya. “Berkaitan dengan akreditasi, Alhadulillah seluruh prodi yaitu 15 prodi telah terakreditasi. Dari 15 prodi, saya baru mampu mendorong 7 prodi terakreditasi B, sisanya nanti menjadi PR pak rektor yang baru,” katanya.

Kemudian terkait SDM dosen, saat ini kata Farid, Unismuh Luwuk memiliki 167 orang dosen. Dan semuanya telah menyandang gelar magister. Dan tentunya semua ini berkat kerja keras semua civitas akademika.

“Sejak 2012, saya mendorong semua dosen agar menyandang gelar magister. Sehingga di tahun 2020 ini, tidak ada lagi dosen yang bergelar S1. Dan Alhamdulillah di masa kepemimpinan ini, kami mampu mendorong S3 sebanyak 7 orang. Sehingga dosen yang bergelar doktor saat ini berjumlah delapan orang,” jelasnya.

Saat ini kata Farid, ada 12 dosen lagi yang tengah mengenyam pendidikan S3 di beberapa perguruan tinggi seperti UMI, Unhas, Unismuh Yogya, STAIN Palu, UNG. Jika tidak ada halangan, paling lambat, 2022, kampus hijau itu akan memiliki 20 dosen doktor. Dan ini tentunya menjadi tugas dan tanggungjawab Sutrisno K Djawa selaku rektor.

Selain itu, dalam kepemimpinanya, Farid juga tengah mendorong untuk jabatan fungsional dosen yakni ke guru besar. Dan saat ini berkas untuk meraih guru besar Dr. Nurhidayah Layoo itu dalam proses. “Ini agar bisa dikawal. Sehingga dalam waktu dekat ini, Unismuh Luwuk memiliki profesor,” pesannya.

Sementara, terkait sarana prasarana kata Farid, saat ini Unismuh Luwuk menggunakan gedung perguruan muhammadiyah atau kampus satu yang digunakan secara bersama-sama. Dan juga telah mengembagkan kampus dengan membangun kampus II.

“Terkait mahasiswa, sampai saat ini berjumlah 3.720 orang. Ini tentunya tidak lepas atas kepercayaan masyarakat. Dan mudah-mudah-mudahan kepercayaan ini terus berlanjut, sehingga Unismuh Luwuk menjadi kampus tujuan bagi masyarakat untk menimbah ilmu,” harapnya.

Kemudian terkait bidang kerjasama, Unismuh Luwuk sejauh ini tengah membangun kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, baik di level nasional maupun internasional. Untuk kerjasama level internasional, kampus hijau telah bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Taiwan hingga China. “Semoga kerjasama ini bisa ditindaklanjuti, sehingga dapat meningkatkan SDM kini, baik SDM dosen maupun mahasiswa itu sendiri,” harap Farid.

Selain membangun kerjasama, Farid juga mampu meningkatkan minat dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. “Dengan demikian, Unismuh Luwuk saat ini dalam keadaan sehat waalafiat. Untuk itu, sebelum saya mengakhiri saya ucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam hal ini Majelis Dikti yang telah membimbing dan mensopport, sehingga kami bisa membawa Unismuh Luwuk maju sampai saat ini,” tandasnya.

Atas capaian itu, Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa SE., MM. yang baru dilantik, menyanjung kinerja atau dedikasi Farid Haluti selalu rektor dua periode. Di tangannya kata Sutrisno, Farid mampu membawa Unismuh Luwuk menjadi perguruan tinggi nomor dua terbaik di Sulteng, dan PTS terbaik nomor satu di Sulteng.

“Olehnya itu, pada kesempatan ini, saya berharap bapak bisa mendampingi kami selama kepemimpinan masa bakti 2020-2024,” ujar Sutrisno K Djawa. JAD

86 Pengunjung membaca berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!