Akhir Tahun, Kejari Banggai Musnahkan 332,3 Gram Sabu dan Ribuan Pil THD

BANGGAI RAYA-Menjelang akhir tahun 2023, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai kembali melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Pada prosesi pemusnahan yang dilakukan Selasa, 19 Desember 2023, pukul 15.30 WITA bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Banggai, terdapat 332,3 Gram Sabu dan ribuan pil THD serta babuk lain yang dimusnahkan.

Berdasarkan siaran pers Kasi Intel Kejari Banggai Sarman
Santosa Tandisau, SH, barang bukti yang dimusnahkan terkait tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), yang amar putusannya dirampas untuk dimusnahkan.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke 73, IBI Bekerjasama Dinkes P2KB Balut Gelar Pelayanan KB Gratis

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Banggai dan dihadiri Forkopimda Kabupaten Banggai, Ketua Pengadilan Negeri Luwuk dan berbagai lembaga terkait lainnya.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 15 (lima belas) perkara sebagai berikut, 9 (sembilan) perkara tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu seberat 332,3566 dan bong/alat hisap sabu-sabu. Kemudian 2 (dua) perkara tindak pidana kesehatan terdiri dari 6.177 (enam ribu seratus tujuh puluh tujuh) butir Trihexyphenidyl (THD) dan 15 (lima belas ) botol kosmetik tanpa izin edar,
2 (dua) perkara tindak pidana kekerasan terhadap orang dan harta benda berupa parang, pisau dan sebagainya, serta 1 (satu) perkara tindak pidana umum lainnya berupa pakaian dan celana.

BACA JUGA:  Membludak! Kuota PPDB Ponpes Daarul Hikmah Luwuk Terbatas, Untuk Putri Tingkat MTs Resmi Ditutup 
BACA JUGA:  Gegara Kotoran Ayam, Pria di Mendono Ini Dianiaya, Polisi Turun Mediasi

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, diblender, dilarutkan dengan cairan pembersih lantai dan digerinda hingga tidak dapat digunakan/dimanfaatkan lagi.

Kegiatan di akhiri dengan penandatangan berita acara pemusnahan barang bukti oleh pejabat yang hadir. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut juga merupakan tindaklanjut arahan pimpinan sebagai upaya mitigasi risiko penyalahgunaan barang bukti utamanya narkotika dan obat-obatan berbahaya di internal Kejaksaan Negeri Banggai.**

Pos terkait