Akademisi Sorot Kondisi Pasar Simpong Semrawut

  • Whatsapp
Situasi di dalam Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan. FOTO RUM LENGKAS

BANGGAI RAYA- Kondisi Pasar Simpong, Luwuk yang semrawut rupanya tak luput dari perhatian akademisi. Adalah Riduan R. Amin, dosen teknik sipil, Universitas Tompotika, Luwuk.

Pasca-kebakaran Pasar Simpong, pembangunan kembali lapak belum juga terealisasi. Akibtnya, pedagang memanfaatkan badan jalan di sisi kanan dan kiri untuk menjajakan dagangannya.

Bacaan Lainnya

Fakta demikian menyebabkan jalan penghubung satu-satunya menuju areal kuliner Maahas serta wisata permandian KM 5, tidak berfungsi dengan baik.

“Sebagaimana diketahui bahwa jalan penghubung tersebut sementara ini, ditempati lapak-lapak oleh pelaku usaha, sehingga menjadi semakin semrawut arus lalulintas yang masuk ke Pasar Simpong. Sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22/2009 pada pasal 28 ayat (1) bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan. Sanksi pidana sangat jelas pada pasal 274 ayat 1 bahwa dapat dipidana paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah),” sorot Akademisi Untika Luwuk, Riduan R. Amin kepada Banggai Raya, Rabu (11/5/2022).

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Pasar Simpong, sudah saatnya dilakukan percepatan penanganan infrastruktur pendukung bekerjasama dan saling koordinasi secara terpadu antar stakeholder yaitu, Satuan Pol PP, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Perdagangan, camat, lurah hingga tingkat RT/RW,

“Pemerintah secepatnya bergerak, sehingga dampaknya tidak terlalu lama dan dapat merugikan masyarakat baik secara material maupun finansial,” cetusnya.

Jumlah kendaraan bermotor bertambah terus setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan yang sangat pesat, tidak sebanding dengan ketersediaan prasarana jalan raya yang memadai.

Kendaraan parkir di badan jalan, utamanya kendaraan bongkar muat/truck dan roda empat yang sebagian kendaraan difungsikan menjual buah-buahan dan sayuran pada akses masuk ke Pasar Simpong. Sehingga menimbulkan kemacetan pada saat jam-jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari, serta berpotensi terjadi kecelakaan lalulintas.

Mantan Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Banggai ini menilai, sebagian pengatur lalu lintas Dishub belum mampu menjamin kelancaran arus lalu lintas keluar-masuk Pasar Simpong, karena personel yang bertugas. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait