7 Tahun, JKN KIS Berkontribusi Besar Bagi Indonesia

  • Whatsapp
Kacab BPJS Kesehatan Luwuk, Arif Sugiharto bersama jurnalis mengabadikan momen di acara media gathering yang dilakukan via zoom. FOTO: ISTIMEWA

MEDIA GATHERING BERSAMA JURNALIS LUWUK

BANGGAI RAYA- Untuk mempererat silaturahmi dengan para jurnalis atau insan pers di Kabupaten Banggai, BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggelar kegiatan Media Gathering, Kamis (17/6/2021) secara daring via zoom. Dan kegiatan media gathering ini, merupakan agenda tahunan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Arif Sugiharto menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada media atau insan pers di Kabupaten Bangai khususnya yang selalu mengawal program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga program ini bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

“Semua ini berkat berita-berita yang selalu disampaikan oleh media dan itu sangat membantu untuk keberlangsungan JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,” ujar Arif Sugiharto.

Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan permohoan maaf, sejatinya kegiatan media gathering ini dilakukan secara tatap muka. Hanya saja, pandemi belum juga berakhir dan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona maka kegiatan dilakukan secara zoom. “Dalam menjalankan program JKN, kami (BPJS Kesehatan) menjalankannya dengan hati yang tulus, dengan harapan masyarakat atau warga Indonesia mendapatkan pelayanan JKN denan baik,” katanya.

Dalam perjalannya selama tujuh tahun ini, program JKN KIS kata Arif, memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia. Salah satunya adalah mencegah kemiskinan. “Tahun 2016, kemiskinan yang dapat dicegah sebanyak 1,16 juta. Tapi berkat JKN pada tahun 2019, mampu mencegah kemiskinan sebanyak 8,10 juta orang. Kemudian JKS KIS juga membantu menggerakan ekonomi menjadi lebih baik di Indonesia,” tutur Arif menjelaskan.

Kemudian, kehadiran JKN KIS juga mampu mencitapkan banyak lapangan kerja. “Kehadiran kami banyak tumbuh fasilitas kesehatan di wilayah kerja kami. Banyak perawat-perawat baru yang diberdayakan. Kemudian banyak apotek bermunculan, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja,” katanya,

Tak hanya itu, dengan keberadaan JKN-KIS, juga dapat meningkatkan angka harapan hidup yang naik hingga 2,1 tahun. Jika sebelumnya rata-rata meninggal di usia 69 tahun, kini naik menjadi 71 tahun.

Di kesempatan itu, Arif Sugiharto juga menjelaskan tentang sistem pelayanan kesehatan dalam JKN. Dan ia pun berharap, dukungan dari media untuk bisa menyosialisasikan terkait sistem tersebut.

“BPJS Kesehatan memiliki banyak progran promotif, preventif dan kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Dalam layanan kesehatan ini, Puskesmas harus menjadi ujung tombak dalam program promotif dan preventif,” terangnya.

Pos terkait