528 Sekolah Belum Terapkan PTMT

  • Whatsapp
Rudi Budaya

BANGGAI RAYA- Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai telah merekomendasikan kepada 318 satuan pendidikan mulai tingkat Kelompok Belajar (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tahap pertama.

Sementara, masih ada 528 satuan pendidikan yang belum mendapatkan rekomendasi untuk menggelar PTMT di sekolah. Belum direkomendasi itu, karena belum mengisi daftar isi di laman Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kurikulum, Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Rudi Budaya menjelaskan, persyaratan PTMT bahwa pertama, sekolah harus melaporkan kesiapan belajar di laman Dapodik. Kedua, yang bisa hadir pada saat PTMT di sekolah, seperti kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan harus sudah divaksinasi.

“Masih banyak sekolah yang belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, masih ada 528 sekolah. Rata-rata sekolah itu belum mengisi kesiapan belajar di akun Dapodik, dan ada yang sudah mengisi, tapi tidak mengupload foto pendukung,” ungkap Rudi Budaya kepada Banggai Raya, Selasa (21/9/2021).

Ada yang sudah direkomendasi, karena telah melaporkan kesiapan belajar, tapi belum juga bisa membuka proses belajar tatap muka. Seperti SDN Maahas, SDN Pembina Luwuk. Sebabnya, sebagian besar guru dan tenaga kependidikan belun divaksin.

Kepada kepala sekolah, Disdik sudah menyampaikan solusi yakni mengatur jadwal tatap muka dengan menugaskan guru-guru yang sudah divaksin.

“Contoh di SDN Maahas ada 18 kelas, guru yang sudah divaksin baru tiga orang, berarti kelas yang bisa dibuka hanya tiga kelas, sambil menunggu guru-guru tuntas divaksin. SDN Pembina Luwuk ada 18 kelas, guru yang divaksin baru 7 orang, jadi mereka membuat jadwal untuk membuka kelas tujuh ruangan,” terangnya.

Ia mengimbau, kepada satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTMT di sekolah, jika ada warga sekolah yang terpapar Covid-19, maka sekolah tersebut harus ditutup selama tiga hari.

Kemudian dilakukan sterilisasi selama tiga hari, setelah itu kegiatan tatap muka di sekolah dibuka kembali. Tetapi, tetap berkoordinasi dengan gugus tugas kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan.

“Dalam waktu dekat, kami rencana akan mengeluarkan rekomendasi PTMT tahap 2 bagi sekolah-sekolah yang sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka,” pungkas mantan Kepala SMA Kristen Luwuk ini. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait