487 Pelamar Perebutkan 105 Formasi Guru PPPK di Banggai

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA-Pemerintah Kabupaten Banggai menggelar kegiatan seleksi pengisian formasi PPPK atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, khusus untuk jabatan guru fungsional tahun 2022, Minggu (27/11/2022) di Luwuk.

Terdapat 105 formasi guru yang akan diisi dan diperebutkan 487 pelamar.

Bacaan Lainnya

Kepala BKPSDM Banggai Soffian Datu Adam dalam laporannya menyebutkan bahwa untuk formasi PPPK Guru Tahun 2022, terdapat 250 formasi, terdiri dari 145 formasi yang telah dimiliki oleh peserta yang lulus passing grade di tahun pengadaan 2021, dan untuk seleksi kali ini adalah seleksi Tahap 2 atau P2, yang akan menilai sisa 105 formasi guru.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pelamar keseluruhan sebanyak 1.008 orang tenaga honorer. Namun dari jumlah tersebut katanya, yang memasukkan dokumen sejumlah 634 pelamar. Dan setelah dilakukan verifikasi berkas yang masuk, yang memenuhi syarat adalah 632 pelamar dan tidak memenuhi syarat 2 pelamar.

Dari 632 pelamar yang memenuhi syarat, 145 adalah mereka yang berstatus P1 dan tinggal menunggu penempatan, sehingga yang ikut dinilai hari ini sejumlah 487 pelamar atau memperebutkan 105 formasi tersisa.
Kegiatan seleksi itu dibuka Bupati Banggai Amirudin Tamoreka, Minggu (27/11/2022) di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura & Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai.

Ia menyampaikan kegembiraan setelah melihat bapak ibu masing-masing bisa mengoperasikan compute. Bupati memberikan apresiasi kepada semuanya, karena ternyata para guru selalu mengikuti perkembangan zaman,termasuk mereka yang telah berusia di atas 50 tahun.

Selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten Banggai, ia menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, para bupati/walikota seluruh Indonesia melakukan pertemuan APKASI bersama MenPAN-RB. Dari beberapa hal yang dibicarakan, salah-satu agenda yang disampaikan adalah agar menteri memberikan kesempatan seluruh bupati se-Indonesia untuk bisa mengangkat PPPK di daerahnya masing-masing.

Tapi ternyata kementerian belum memberikan kesempatan. “Tapi hari ini, para Kepala Sekolah, para Pengawas dan Guru Senior, yang diberikan kesempatan untuk menilai calon PPPK untuk diangkat. Oleh sebab itu, mari gunakan kesempatan ini dengan baik, kepada adik-adik kita yang belum lulus, diberi kesempatan untuk mengisi lowongan ini,” kata bupati.

Para penilai diharapkan memberikan penilaian kepada para honorer P2 ini, sesuai dengan apa yang dilihat di sekolah masing-masing. “Kita berharap semua formasi yang ada segera terisi,” katanya.

Sistem penilaian di P2 pada seleksi PPPK Guru, dilakukan penilaian dan verifikasi oleh Kepala Sekolah, Guru Senior dan Pengawas.
Untuk menentukan lulus atau tidak, ditentukan oleh penilaian Kepala Sekolah, Guru Senior dan Pengawas. Adapun aspek yang akan dinilai, adalah orientasi pelayanan, komitmen, kerja sama dan kepemimpinan. DAR/**

Pos terkait