217 Warga Binaan Lapas Luwuk Terima Remisi Khusus Idul Fitri

  • Whatsapp
KALAPAS Kelas II B Luwuk, Edi Sigit Budiman saat menyerahkan remisi kepada warga binaan pemayarakatan (WBP). FOTO ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Sebanyak 217 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Luwuk mendapatkan Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi. Pemberian remisi khusus itu dilalukan usai Salat Idul Fitri, di Halaman Lapas Luwuk, Kamis (13/5/2021).

Pemberian remisi tersebut sesuai dengan surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) RI Nomor : PAS-526.PK.01.05.05 tahun 2021, tentang Pemberian Remisi Khusus atau RK Idul Fitri 1441 Hijriyah/Tahun 2021, tertanggal 13 Mei 2021, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga.

Bacaan Lainnya

Sesuai laporan hasil rekap remisi Lapas Kelas II B Luwuk, nomor 1 sampai 59 atas nama Acin Palalo dan kawan-kawan mendapatkan remisi sebesar 15 hari, nomor urut 60-169 atas nama Bambang Haryanto dan kawan-kawan besaran remisi 1 bulan, nomor urut 171-212 atas nama Adrian Jaheya dan kawan-kawan besaran remisi 1 bulan 15 hari. Dan nomor urut 213-217 atas nama Asit Kaka dan kawan-kawan mendapatkan remisi sebesar 2 bulan.

“Kami menyerahkan remisi khusus Idul Fitri 1442 Hijriyah. Jumlah yang menerima remisi hari raya Idul Fitri 2021 Lapas Luwuk, untuk RK I berjumlah 217 orang, sedangkan RK II atau langsung bebas tidak ada atau nihil,” kata Kepala Lapas Kelas II B Luwuk, Edi Sigit Budiman.

Kalapas Luwuk, vEdi Sigit Budiman saat membacakan sambutan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen Pemasyarakatan mengatakan, bahwa sebanyak 121.026 Narapidana terima remisi khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi, sebanyak 550 orang langsung bebas.

Sebanyak 121.026 narapidana yang beragama Islam dari seluruh Indonesia terima pengurangan masa pidana atau hak remisi khusus (RK) Idul Fitri 1442 Hijriyah yang jatuh pada Kamis, tanggal 13 Mei 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120.476 orang mendapatkan RK 1 atau pengurangan sebagian, dan 550 orang mendapatkan RK II atau langsung bebas.

Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynard Silitonga sebut dia, meminta seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) menekankan remisi yang diterima adalah salah satu hak yang diberikan negara atas pencapaian yang sudah mereka lakukan selama menjalani pembinaan di Lapas/LPKA.

“Pemberian RK Idul Fitri diharapkan memotivasi WBP untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari, serta selalu mengingatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalannya,” pesannya.

Di tengah kondisi overcrowded dan Pandemi Covid-19, pemerintah terus mengoptimalkan pelayanan dan pembinaan kepada WBP serta berusaha mengubah paradigma layanan pemasyarakatan menjadi lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi, sehingga mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transparansi, dan kepastian hukum.

“Jangan pernah khawatir, hak-hak WBP pasti akan terpenuhi sepanjang memenuhi syarat yang telah ditentukan,”ucapnya.

Untuk itu, Dirjenpas mengajak seluruh WBP untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di Lapas/Rutan/LPKA, sehingga dapat menjadi bekal mental positif untuk kembali ke masyarakat. Adapun kepada jajaran pemasyarakatan, ia minta untuk selalu melakukan interaksi dan komunikasi yang baik kepada WBP.

“Ayomi serta berikan bimbingan dan didikan kepada mereka berdasarkan Pancasila, kedepan semangat kebhinekaan, toleransi, hindari ujaran kebencian, serta melaksanakan tugas dengan penuh integritas dan ketulusan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai profesional, akuntabel, sinergi, transfaran, dan inovatif (PASTI),” tegasnya.

Tahun ini, Jumlah RK Idul Fitri terbanyak berasal dari wilayah Sumatera Utara sebanyak 14.906 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 13.223 orang, dan Jawa Barat sebanyak 11.776 orang. Pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan melalui sistem database pemasyarakatan (SDP) yang mengacu pada pelayanan secara PASTI, serta tanpa pungutan liar karena dilakukan secara online melalui SDP dengan akurasi data yang tinggi. Pemberian remisi kali ini juga menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp62.313.840.000, dari rata-rata anggaran biaya makan sebesar Rp17.000 per hari per orang.

Remisi adalah pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan.
Besaran pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan meliputi 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari hingga 2 bulan. Berdasarkan SDP, jumlah WBP di seluruh Indonesia per tanggal 5 Mei 2021, sebesar 263.186 orang yang terdiri dari 210.647 narapidana dan 52.539 tahanan. Dari jumlah tersebut, terdapat 197.801 orang yang beragama Islam.

Pos terkait